Kamis, 23 April 2026

Belum Ada Perjanjian, Rusunawa UB Batal Dijadikan Tempat Isoter

Wali Kota Malang Sutiaji secara mengejutkan mengatakan bahwa Rusunawa milik Universitas Brawijaya tidak akan dipakai untuk isolasi terpusat (Isoter)

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Forkopimda Kota Malang meninjau Rusunawa UB Dieng di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang 

SURYAMALANG, MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji secara mengejutkan mengatakan bahwa Rusunawa milik Universitas Brawijaya tidak akan dipakai untuk isolasi terpusat (Isoter)

Hal itu dia sampaikan karena hingga sampai ini belum ada perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Malang dengan Universitas Brawijaya (UB).

Padahal beberapa waktu lalu Sutiaji bersama Forkopimda Kota Malang dan Rektor UB Prof Nuhfil telah melihat rusunawa UB yang rencananya akan dijadikan tempat isoter bagi pasien positif Covid-19.

"Kami memang sedang menyiapkan isoter. Tapi di rusunawa UB tidak jadi dipakai. Karena sosialisasi dengan warga belum dan penandatanganan MoU juga belum," ucapnya Sabtu (21/8) lalu.

Terbaru, Sutiaji kini sedang menyiapkan isoter di salah satu hotel di Kota Malang. Hotel yang lokasinya dirahasiakan tersebut menyediakan 185 tempat tidur

Dengan demikian, akan ada 500 bed yang tersedia di seluruh Isoter di Kota Malang. 

Rinciannya, safe house yang memiliki 250 tempat tidur dan SKB di Blimbing yang memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan rumah teduh 50 tempat tidur.

"Kalau hotel kami rahasiakan dulu. Jadi total jumlah isoter di Kota Malang berjumlah sekitar 500 tempat tidur. Sedangkan warga yang menjalani isolasi mandiri di Kota Malang hanya 300," ucapnya Senin (23/8).

Meski tidak jadi dipakai untuk isoter, rusunawa UB yang terletak di daerah Dieng itu kini sedang mempersiapkan diri.

Mulai dari fasilitas, hingga tenaga kesehatan yang diambil dari mahasiswa juga sudah dipersiapkan oleh UB.

Kepala Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) dr Sri Andarini mengatakan, bahwa dari sisi SDM dan sarana-prasarana di Rusunawa UB kini sudah siap dan pada bulan depan sudah dilaunching.

"Intinya di kami sudah siap. Tinggal menunggu tanda tangan kerjasama baik untuk Pemkab Malang ataupun Pemkot Malang. Intinya kami berpartisipasi untuk masyarakat disamping bagi staf UB dan masyarakat," ucapnya.

Pihaknya pun kini sedang menyiapkan surat izin pemakaian Rusunawa UB sebagai isoter.

Sembari akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang hingga kini belum dilakukan.

"Sosialisasi kamu masih belum. Tapi sudah izin sudah kulonuwun dengan pimpinan di Desa Kalisongo. Mereka menerima dengan baik. Nanti mereka ingin ada warganya Covid-19 bisa difasilitasi di sana juga," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved