Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Gubernur Khofifah Ungkap 6000 Anak di Jatim Jadi Anak Yatim Selama Pandemi Covid-19

Sekitar 6.000 anak di Jawa Timur (Jatim), menjadi yatim  selama masa pandemi covid-19.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
ist/dok.margono
Ilustrasi - Vino, bocah 10 tahun yang jadi yatim piatu setelah orangtuanya meninggal karena covid-19. Dia pun terpaksa menjalani isolasi mandiri sendirian di rumah. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Fatimatuz Zahro
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Sekitar 6.000 anak di Jawa Timur (Jatim), menjadi yatim  selama masa pandemi covid-19.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan terus mengupakan perlindungan dan pengasuhan bagi anak-anak yang kehilangan orangtuanya karena meninggal akibat covid-19. 

"Kami tengah mengupayakan penyediaan layanan pengasuhan melalui yayasan panti asuhan maupun pondok pesantren agar bisa memastikan bahwa anak-anak yang menjadi yatim piatu karena covid-19 di Jatim mendapatkan lingkungan pengasuhan yang sehat untuk tumbuh kembangnya di masa depan," kata Khofifah , Selasa (24/8/2021). 

Ia menuturkan telah melakukan rapat dan juga koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait guna melakukan langkah solutif penanganan pada anak-anak yatim piatu akibat covid-19.

"Ada 6.000 lebih anak-anak Jawa Timur yang terkonfirmasi tiba-tiba menjadi yatim piatu karena covid-19. Kemarin saya sudah koordinasi, kalau mereka di panti asuhan di jajaran provinsi, kabupaten kota itu regulasinya banyak. Ada aturan, kalau remaja sudah tidak diperbolehkan, jadi memang harus usia anak-anak," tegas Khofifah

Untuk itu, menurutnya ada lintas sektor yang diharapkan bisa ikut membantu, seperti Muhammadiyah, Aisyiyah, NU dan juga Muslimat NU, ataupun pihak yang lain yang memiliki panti asuhan juga ikut untuk turun memberikan perhatian.

Tidak hanya itu, Khofifah juga mengkomunikasikan pada kalangan pesantren agar bisa ikut membantu memberikan pengasuhan bagi anak-anak yatim piatu akibat covid-19.

"Saya juga sudah komunikasikan ke pondok pesantren. Ada beberapa yang mereka menyatakan siap memberikan pengasuhan dan pendidikan bagi mereka yang yatim dan piatu," tegas Khofifah

Dikatakan wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, yang paling penting memang bagi anak yatim dan piatu adalah pengasuha.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved