Berita Surabaya Hari ini

Bupati Probolinggo Tantri-Hasan Aminuddin Kena OTT KPK, NasDem Jatim Tegaskan Mekanisme Partai

NasDem Jatim menegaskan partainya tetap menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Editor: isy
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari bersama suaminya yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminuddin mengenakan rompi tahanan saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK resmi menahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 3 tersangka lainnya dengan barang bukti uang Rp 362.500.000 terkait dugaan seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021. 

Berita Surabaya Hari ini
Reporter: Yusron Naufal Putra

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - DPW Partai NasDem Jawa Timur mengaku prihatin atas kasus Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang anggota DPR RI Hasan Aminuddin.

Sekalipun demikian, NasDem Jatim menegaskan partainya tetap menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

Bupati dua periode bersama suaminya Hasan yang merupakan anggota fraksi Partai NasDem itu memang jadi tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021.

Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim Bidang Media dan Komunikasi Publik, Vinsensius Awey, mengatakan pihaknya merasa prihatin atas kondisi tersebut. 

"Kami prihatin dan kami menghormati proses hukum yang berlangsung di KPK," kata Awey di Surabaya, Selasa (31/8/2021).

Terkait mekanisme di partainya, Awey mengatakan Partai NasDem telah memiliki aturan baku perihal kader yang menjadi pejabat publik lalu tersandung kasus hukum atau menjadi tersangka.

"Maka otomatis yang bersangkutan mengundurkan diri dari semua jabatan dan berhenti dari anggota NasDem," ucap Awey.

Seperti diketahui, Bupati Tantri pada Pilkada lalu diusung sejumlah partai yang diantaranya Partai NasDem.

Sementara Hasan adalah anggota DPR RI dari Partai NasDem yang juga salah seorang pengurus partai. 

Menurut Awey, dengan tetap mengacu pada presumption of innocence yang merupakan hak setiap warga negara, Partai NasDem sudah mempunyai prosedur baku yang tegas dan ketat.

Yaitu, terkait dengan OTT atau tindakan penegakan hukum terhadap kader dan politisi NasDem yang terjerat hukum, maka segera mengajukan pengunduran diri sebagai anggota dan berhenti dari semua jabatan partai. 

Menurut Awey, ketentuan tersebut selama ini dilakukan secara konsisten di partainya.

"NasDem akan tegas untuk kader yang terlibat tindak pidana korupsi, tapi kami juga menghormati hak hukum yang bersangkutan untuk cari keadilan hukum. Jadi mari kita hormati dan patuh terhadap segala proses hukum yang berjalan," terangnya.

Terkait bantuan hukum, Awey mengatakan pasangan suami istri itu telah memiliki kuasa hukum sendiri.

"Kami tetap akan memperhatikan dan menghormati proses hukum yang berlangsung, walau tidak mendampingi secara hukum. Kami juga tetap akan melakukan komunikasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Anggota DPR Hasan Aminuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021.

Selain mereka berdua, KPK juga menetapkan 20 orang lainnya sebagai tersangka, sehingga dalam kasus ini lembaga antirasuah total menjerat 22 tersangka.

"KPK menetapkan 22 orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (31/8/2021) dini hari seperti diberitakan Tribunnews.com.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved