Pelecehan Seksual di KPI Pusat

Karyawan KPI Pusat Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seksual Selama Bertahun-tahun, Pelakunya Juga Pria

Seorang karyawan KPI pusat mengaku menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual selama bertahun-tahun bekerja di sana. Pelakunya sejumlah karyawan

Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi perundungan di tempat kerja 

Akhirnya MS mengadukan para pelaku ke atasan sambil menangis. Pengaduan ini berbuah dengan dipindahkannya dia ke ruangan lain yang dianggap ditempati oleh orang orang yang lembut dan tak kasar.

“Sejak pengaduan itu, para pelaku mencibir saya sebagai manusia lemah dan si pengadu. Tapi mereka sama sekali tak disanksi dan akhirnya masih menindas saya dengan kalimat lebih kotor. Bahkan pernah tas saya di lempar keluar ruangan, kursi saya dikeluarkan dan ditulisi "Bangku ini tidak ada orangnya". Perundungan itu terjadi selama bertahun tahun dan lingkungan kerja seolah tidak kaget. Para pelaku sama sekali tak tersentuh,” kenangnya.

Pada 2020, MS yang tak tahan terus dirundung, kembali ke Polsek Gambir untuk membuat laporan polisi. Tapi di kantor polisi, petugas tidak menganggap ceritanya sebagai sesuatu yang serius dan malah meminta nomor orang yang melecehkan sehingga polisi bisa menelepon mereka.

“Saya ingin penyelesaian hukum, makanya saya lapor polisi. Tapi kenapa laporan saya tidak di-BAP? Kenapa pelaku tak diperiksa? Kenapa penderitaan saya diremehkan? Bukankah seorang pria juga mungkin jadi korban perundungan dan pelecehan seksual? Saya tidak ingin mediasi atau penyelesaian kekeluargaan. Saya takut jadi korban balas dendam mereka, terlebih kami berada dalam satu kantor yang membuat posisi saya rentan,” tulisnya.

“Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi Covid-19, dimana mencari uang adalah sesuatu yang sulit. Lagi pula, kenapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukankah saya korban? Bukankah harusnya para pelaku yang disanksi atau dipecat sebagai tanggung jawab atas perilakunya? Saya BENAR, kenapa saya tak boleh mengatakan ini ke publik? Pungkasnya.

Dalam surat terbuka yang dia sebarkan, MS juga membeberkan sejumlah nama serta peran serta mereka masing-masing dalam pelecehan serta perundungan. 

Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano mengaku telah membaca dan mengetahui adanya surat terbuka yang beredar melalui broadcast WhatsApp tesebut. Namun dia belum bisa memberikan banyak keterangan.

“Saat ini sedang proses klarifikasi. Nanti sore akan dibahas dalam rapat komisioner dengan sekretariat KPI Pusat,” kata Hardly.

Baca juga: Salah Satu Pegawainya Jadi Korban Perundungan dan Pelecehan Seksual, Begini Sikap KPI Pusat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved