Breaking News:

Cerita Seniman Kartolo Ikut Antre BLT di Kantor Pos Hingga Berencana Jual Rumah

Pandemi covid-19 juga berdampak pada perekonmomian seniman ludruk, Kartolo. Bahkan dia mengaku sampai ikut antre ambil BLT di Kantor pos.

Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/febrianto ramadani
Seniman Legendaris Jawa Timur, Cak Kartolo, menunjukkan koleksi lukisannya ketika ditemui di kediamannya Jalan Kupang Jaya 1, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Kamis siang (2/9/2021),  

SURYAMALANG, SURABAYA - Legenda ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo mengaku pernah ikut antre mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kartolo sendiri terdata menjadi penerima bantuan. Ia merasa pemerintah tidak tinggal diam terhadap seniman tradisional yang terdampak akibat pandemi  Covid 19.

Cak Kartolo juga mengaku sedih. Lantaran, film yang dibintanginya gagal tayang. Ditambah dengan seluruh kegiatan yang mengundang keramaian, termasuk pertunjukan seni, dilarang oleh pemerintah demi memutus mata rantai penularan virus. 

Ketika ditemui di kediamannya, Jalan Kupang Jaya 1, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Kamis siang (2/9/2021), pelawak asli Pasuruan tersebut tetap tidak kehilangan tajinya. Sesekali, dirinya sengaja menyisipkan gaya humornya dalam sesi wawancara.

Berbagai penghargaan, lukisan, hingga foto bersama artis ibukota terpampang di ruang tamunya. Di usianya yang senja, Cak Kartolo merupakan salah satu seniman tradisional yang harus tetap bertahan hidup di tengah gempuran zaman modern.

"Ketika ikut mengantre di kantor pos pada saat pencairan bantuan, tidak ada yang tahu karena saya memakai masker. Tapi petugas akhirnya tahu ketika melihat nama saya di KTP," ujarnya.

Manfaatkan Digital.

Cak Kartolo dibantu rekan-rekannya yang memahami teknologi digital, membuat akun di Youtube Cak Kartolo Channel. Ada 21 video cerita ludruk di akun tersebut, dengan subscribe sebesar 4 ribu. Saluran ini mendapat respon positif dari seniman ludruk asal Nganjuk, Sakoma P Susilo atau Cak Silo. Pekan lalu berkolaborasi tampil bareng Cak Kartolo dalam sebuah cerita komedi ludrukan.

"Untungnya menjelang pandemi dapat job main dua film. Kartolo Numpak Terang Bulan' dan Kartolo Loro Ati. Saya bertahan menghidupi keluarga selama dua tahun di masa pandemi dengan bekal honor dari main di dua film itu," ungkapnya.

Cak Kartolo juga menawarkan rumah yang ditempati bersama 11 anggota keluarganya itu untuk dijual. Dirinya menyatakan telah menawarkan rumahnya sejak sebelum pandemi. 

"Saat itu ada yang menawar senilai Rp 6 miliar. Namun saya menunggu penawaran yang lebih tinggi. Alasan ingin menjual rumah  bukan semata karena berdampak pandemi. Hasil penjualan akan digunakan untuk biaya sekolah cucu saya," jelasnya.

"Biaya untuk masa depan harus dipikirkan mulai sekarang. Saya kira bisa diatur dengan menjual rumah ini. Biar nanti saya pindah cari rumah yang lebih kecil," tuntasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved