Breaking News:

Temui Wali Kota Eri Cahyadi, PKL di Surabaya Minta Jam Buka Ditambah

Sejumlah PKL di Surabaya menemui wali kota Eri Cahyadi dan meminta agar Pemkab memperpanjang jam buka atau jam operasional.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kanan) menemui perwakilan PKL yang meminta agar Pemkot Surabaya memperpanjang jam operasional para PKL 

SURYAMALANG, SURABAYA - Sejumlah perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) beserta aktivis bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (2/9/2021). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait relaksasi selama PPKM level 3. 

Pertama, mereka meminta penambahan jam operasional usaha. Kedua, bantuan sosial dari pemerintah harus lebih merata. 

Menjawab tuntutan pertama, Cak Eri memaparkan bahwa Pemkot sebagai kepanjangan pemerintah pusat. Oleh karenanya, wajib melaksanakan regulasi yang menjadi acuan PPKM. 

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 35 tahun 2001 tentang PPKM telah mengatur hal ini. Dalam regulasi ini, tertulis pedagang kaki lima diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat yang pengaturan teknisnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. 

Ini juga berlaku bagi toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis. 

Oleh karenanya, aturan ini pun berlaku bagi semua daerah yang melaksanakan PPKM level 3. "Semua kota melakukan yang sama. Insya allah semua aturan itu melekat sama," kata Cak Eri menjawab tuntutan PKL. 

Cak Eri berharap pengertian para Pedagang PKL. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta warga untuk pro aktif menyampaikan kepada pemerintah kota apabila ada yang masih nekad membuka toko di atas ketentuan. 

"Karena itulah masyarakat yang menjadi ujung tombak. Ketika saat ini ada yang masih buka (melebihi aturan) monggoh (silahkan) disampaikan," terangnya.

Lebih lanjut, terkait dengan usulan penerima bansos, Cak Eri menerangkan bahwa pihaknya menyiapkan aplikasi Usul Bansos. Ini dapat diakses di laman: https://usulbansos.surabaya.go.id/. 

Melalui aplikasi itu, warga bisa melaporkan diri sendiri atau tetangga yang membutuhkan bansos. "Saya berharap panjenengan (Anda) ini menjadi ujung tombaknya. Karena laporan itu menjadikan bantuan sosial menjadi lebih sempurna," tuturnya.

Pada pertemuan ini, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan turut hadir. Ia menjelaskan, tren penurunan di Surabaya yang kini masuk ke zona kuning harus terus dijaga. 

Harapannya, Surabaya bisa masuk ke zona hijau. "Ini pertama kali Surabaya zona kuning. Karena ini tidak mudah dan harus tetap kita jaga," kata Kombes Akhmad.

Pun demikian juga dengan Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Erwin Rustiawan yang ikut hadir. , "Mari kita jaga stabilitas keamanan di Surabaya ini. Ya dari adik-adik inilah para aktivis yang mempunyai pemikiran-pemikiran maju untuk mengedepankan hukum, menjalankan kehidupan di masyarakat," pungkasnya.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved