Berita Tulungagung Hari Ini

Jelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tulungagung, 17 Sekolah Masih Jadi Isoter

Pemkab bersiap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setelah Tulungagung masuk PPKM Level 3.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
Stocktrek Images/Getty Images via Kompas.com
Ilustrasi Virus Corona 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pemkab bersiap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) setelah Tulungagung masuk PPKM Level 3.

Namun Pemkab masih akan melakukan asesmen ulang setiap sekolah, termasuk memindahkan lokasi isolasi terpusat (Isoter) pasien Covid-19.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan saat ini 17 gedung sekolah berfungsi untuk lokasi isoter.

“14 SD dan tiga SMP dipakai Isoter. Kami akan pindahkan pasien secepatnya,” terang Mayoto Birowo kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/9/2021).

Pihaknya telah membahas pemindahan lokasi Isoter, dan tidak ada kendala.

Sebab jumlah pasien Covid-19 di Tulungagung telah menurun drastis.

Jadi, jumlah pasien yang akan dipindahkan tidak terlalu banyak

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung juga telah memikirkan lokasi penggantinya.

“Ada yang dipindahkan di gedung serbaguna atau di Posko Desa. Sekarang masih persiapan pemindahan,” ucap Maryoto.

Maryoto berharap pembelajaran tatap muka bisa dilakukan secepatnya.

Sebab sebelumnya setiap sekolah telah melakukan persiapan dan sudah pernah diasesmen.

Kini Satgas tinggal melakukan asesmen ulang untuk memastikan kondisi setiap sekolah.

“Harapannya minggu depan bisa dimulai. Tapi kita fleksibel saja, menyesuaikan persiapan,” ujar Maryoto.

Karena berada di Level 3, pembelajaran dilakukan 50 persen dari kapasitas.

Setiap hari lamanya pembelajaran 2-4 jam, tanpa jam istirahat dan hanya satu kali pembelajaran.

Tidak diperbolehkan dalam satu hari ada dua kali pembelajaran atau sistem shift.

“Jadi tidak boleh pagi ada pembelajaran, lalu siang ada pembelajaran gelombang berikutnya. Harus sekali selesai,” pungkas Maryoto.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat, mengatakan jika pasien di Isoter bisa dipindah ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) UIN dan Rusunawa Jepun.

Sebab saat ini jumlah pasien sangat menurun. Di RSDC UIN misalnya, dari kapasitas 80 pasien saat ini hanya terisi 40 pasien.

Sedangkan di RSDC Rusunawa Jepun, dari 80 kapasitas saat ini terisi 10 pasien.

“Secepatnya akan kami pindahkan menyesuaikan kesiapan PTM,” ujar dr Kasil.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved