Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

BOR RS di Trenggalek Turun di Bawah 40 Persen

Bed occuppancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Trenggalek telah menurun.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: isy
aflahul abidin/suryamalang.com
RSUD dr Soedomo Trenggalek 

Berita Trenggalek Hari Ini
Reporter: Aflahul Abidin
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | TRENGGALEK - Bed occuppancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Trenggalek telah menurun.

Kini, BOR di RSUD dr Soedomo sebagai rumah sakit rujukan dan RS Darurat Covid-19 telah menyentuh angka di bawah 40 persen.

Sebelumnya sekitar sebulan lalu, tingkat keterisian itu sempat menyentuh angka sekitar 80 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Trenggalek Saeroni menjelaskan, penurunan tingkat keterisian ini seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

Jumlah tambahan kasus Covid-19 di Trenggalek dalam sepekan terakhir, kata dia, mulai menurun drastis dibanding pekan-pekan sebelumnya.

"Kasus konfirmasi baru Covid-19 di Kabupaten Trenggalek saat ini sudah di bawah 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu," kata Saeroni, Rabu (8/9/2021).

Selain itu, dinkes juga mengklaim angka kematian akibat Covid-19 juga telah menurun, yakni 20 orang per minggu pada sepekan terakhir.

Pada pekan sebelumnya, jumlahnya masih sekitar 40 orang per pekan.

Saeroni mengatakan, tiga hal tersebut yang mempengaruhi penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level 3.

Ia berharap, hal ini bisa dipertahankan agar Kabupaten Trenggalek tak kembali masuk ke level 4 PPKM.

"Karena seperti kita tahu, perubahan level ini kan bisa berubah terus setiap minggu," ujar Saeroni.

Soal keterisian fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19, Pemkab Trenggalek merekap sebanyak 187 orang masih dirawat. Baik di RSUD maupun di RSDC.

Sementara jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di gedung milik pemerintah dan tempat isolasi terpadu berjumlah 100 orang.

"Untuk yang menjalani isolasi mandiri, sekarang sudah tidak ada," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved