Breaking News

Berita Malang Hari Ini

Wali Kota Malang, Sutiaji Minta Sekolah Melengkapi Oksigen dan Oxymeter

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan sekolah perlu melengkapi dengan oksigen dan oxymeter di UKS.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Walikota Malang Sutiaji saat di SMPN 5 Kota Malang, Rabu (8/9/2021) usai meninjau pelaksanaan PTMT di sekolah itu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan sekolah perlu melengkapi dengan oksigen dan oxymeter di UKS.

Saat meninjau UKS di SMPN 5 Kota Malang, sudah ada oksigennya.

"Oxymeter juga perlu untuk melihat kadar darah di oksigen," papar Sutiaji pada wartawan usai melakukan peninjauan PTM terbatas di SMPN 5 Kota Malang, Rabu (8/9/2021).

Dalam peninjauan itu, ia ditemani Kadis Dikbud Kota Malang, Suwarjana dan Kadis Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Adanya alat kesehatan itu sebagai antisipasi jika terjadi sesuatu pada siswa sehingga cepat ditangani.

Untuk itu, sekolah diminta berkoordinasi dengan Kadis Dikbud dalam pengadaan tabung oksigen dan oxymeternya.

Selain itu, walikota meminta adanya pemeriksaan siswa secara reguler oleh puskesmas.

Sehingga kondisi siswa bisa diketahui. Karena mengedepankan kesehatan, maka ia menekankan jika siswa dalam kondisi tidak enak atau sakit, maka diminta tidak memaksanakan diri datang ke sekolah. 

"Siswa jangan ragu bilang ke orangtua juga guru. Sehingga tidak ada pemaksaan. Jika begitu, maka yang penting adalah kejujurannya," kata Sutiaji.

Sementara itu, dari hasil peninjauannya ke dua sekolah, SDN Purwantoro 1 dan SMPN 5 Kota Malang, Walikota menilai pelaksanaan PTM telah berjalan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.

“Secara umum sudah bagus. Bagaimana protokol kesehatannya sudah tertata dengan baik," kata dia.

Sedang untuk pengecekan siswa, puskemas bisa melakukan bertahap.

Misalkan hari ini kelas berapa, besok kelas berapa, dicek.

Sementara itu, Kadis Dikbud Kota Malang, Suwarjana menyatakan akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait pengadaan oksigen dan oxymeter.

Sebab ini menyangkut anggaran pembelian alatnya.

Sedang tentang para siswa dari tiga SMPN 28, 29 dan 30 yang gedung sekolahnya masih dibangun juga tetap ikut tatap muka terbatas.

"Tiga SMPN baru, siswanya juga ikut PTMT di sekolah induk. Bagaimanapun mereka (para siswa) juga ingin merasakan tatap muka," kata Suwarjana.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved