Breaking News:

Penanganan Covid

Jatim Waspadai Masuknya Covid-19 Varian Mu, Gubernur Minta Tambah Alat dan Prokes Kepulangan TKI

Antisipasi dengan Protokol Kesehatan khususnya bagi TKI atau Pekerja Migran yang pulang ke Jatim serta tambahan alat untuk genome sequencing

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi Virus Corona 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewaspadai masuknya varian baru virus corona B1621 atau varian Mu ke Indonesia dan Jawa Timur. 

Penegakan Protokol Kesehatan khususnya bagi TKI atau Pekerja Migran yang pulang ke Jawa Timur serta tambahan alat untuk genome sequencing laboratorium diharapkan bisa jadi upaya pencegahan yang baik.

Selain itu Pemprov Jatim juga terus mengedukasi protokol kesehatan ke masyarakat.

Lantaran ingin memastikan bahwa tidak ada varian baru yang masuk ke Jatim lewat pekerja migran, setiap tenaga migran yang pulang ke Jatim hingga saat ini diterapkan swab PCR, dan disiapkan isolasi terpusat.

Mereka dikarantina selama 8 hari sebelum dipastikan aman dan tidak membawa virus saat pulang ke kampung halaman. 

"Kita hari ini terkonfirmasi dan harus mewaspadai bersama bahwa ada varian baru covid-19 yaitu varian Mu, tentu kita berharap varian baru ini tidak masuk Indonesia, tapi mobilitas dan interaksi antar bangsa itu tinggi sekali," kata Khofifah, Kamis (9/9/2021).

Oleh sebab itu, saat ini di Jawa Timur sudah disiapkan Asrama Haji sebagai isolasi terpusat bagi para tenaga migran yang baru kembali dari luar negeri.

Sistem isolasi ini diterapkan sejak kewaspadaan masuknya varian delta.

Pasalnya sejak bulan April lalu hingga saat ini setiap hari selalu ada ratusan pekerja migran yang masuk ke Jatim lewat jalur udara.

Dan mereka langsung dilakukan isolasi di Asrama Haji. 

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved