Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

LP Ma'arif NU Jatim Minta Permendikbud Tentang Dana BOS Dicabut, Ini Alasannya

 LP Ma'arif NU Jawa Timur minta agar Permendikbud nomer 6/2021 tentang juknis pengelolaan dana BOS reguler dicabut.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
istimewa/dok pribadi
Ketua LP Ma'arif NU Jatim, Noor Shodiq Askandar. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - LP Ma'arif NU Jawa Timur minta agar Permendikbud nomer 6/2021 tentang juknis pengelolaan dana BOS reguler dicabut.

Pencabutan iu terutama di Pasal 3 Ayat 2 huruf d tentang sekolah penerima dana BOS reguler, di mana dana BOS reguler akan dihentikan jika jumlah peserta didik selama kurun waktu tiga tahun kurang dari 60 siswa. 

Hal ini akan merugikan sekolah kecil karena tidak dapat dana BOS reguler.

Selama ini, BOS reguler diberikan berdasarkan jumlah siswa yang ada yang sudah ber NISN.

"Kami menolak keras terhadap ketentuan Permendikbud nomor 6 karena mengandung ketidakadilan. Maka hanya sekolah besar yang dapat. Sedang sekolah kecil tidak dapat," kata Noor Shodiq Askandar, Ketua LP Ma'arif NU Jatim pada suryamalang.com, Kamis (9/9/2021).

Dikatakan, seharusnya yang jauh membutuhkan adalah sekolah kecil. Ini sebagai bentuk partisipasi.

"Kami menuntut itu dicabut, bukan direvisi. Sehingga tidak timbul lagi persoalan sama di tahun berikutnya," jelas dia.

Ditambahkan, adanya ketentuan itu juga menyangkut aspek ketidakdilan bagi sekolah kecil dalam menberikan kesempatan masyarakat di aspek  pendidikan.

Dijelaskan, anak-anak di pelosok dan kampung justru butuh akses pendidikan dengan hadirnya sekolah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved