Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Pemkot Siapkan Dana Rp 2,8 Miliar untuk Pembangunan Tugu Majapahit di Alun-alun Kota Mojokerto

Pemkot menyiapkan dana sebesar Rp 2,8 miliar untuk pembangunan Tugu Majapahit setinggi 45 meter di Alun-alun Kota Mojokerto.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/M Romadhoni
Pemkot menyiapkan dana sebesar Rp 2,8 miliar untuk pembangunan Tugu Majapahit setinggi 45 meter di Alun-alun Kota Mojokerto. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Pemkot menyiapkan dana sebesar Rp 2,8 miliar untuk pembangunan Tugu Majapahit setinggi 45 meter di Alun-alun Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Bambang Mujiono menjelaskan penggantian Tugu Alun-alun menjadi Tugu Majapahit ini sebagai representasi Kemerdekaan RI Tahun 1945.

Pembangunan ini merupakan rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto lanjutan dari pekerjaan fisik Tahun 2020.

Pihaknya akan melibatkan budayawan dalam pembangunan Tugu Majapahit tersebut.

”Unsur kemerdekaan tetap ada karena pembuatan Tugu Alun-Alun melibatkan budayawan,” kata Bambang kepada SURYAMALANG.COM. Jumat (10/09/2021).

Rehabilitasi Tugu Alun-alun ini juga dilengkapi tangga menyerupai umpak setinggi delapan meter  dan kolam berbentuk Surya Majapahit diameter 17 meter sebagai representatif hari Kemerdekaan.

Namun, pembangunan kolam Surya Majapahit termasuk pembuatan taman dan Lanscape masuk dalam rehabilitasi proyek Alun-Alun tahun 2022.

”Rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto secara bertahap menyesuaikan anggaran yang dilanjutkan Tahun 2022," ungkapnya.

Menurut dia, rehabilitasi proyek Alun-Alun Kota Mojokerto berupa Tugu Majapahit telah kontrak dengan pemenang lelang CV Indra Prasta pada 26 Agustus 2021.

"Pengerjaan deadline 120 hari sehingga diperkirakan rampung pada Desember 2021," bebernya.

Perobohan Tugu Alun-alun Kota Mojokerto dan bangunan teks Proklamasi sesuai prosedur.

Teks proklamasi yang bertuliskan Soekarno-Hatta bukan termasuk kategori prasasti sejarah. 

"Tulisan teks proklamasi bukan dari bahan marmer, tapi semen biasa yang diadopsi dari bentuk aslinya saat penyerahan kedaulatan dan keamanan Kota Mojokerto pada 5 September 1949," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved