Breaking News:

Berita Arema Hari Ini

Hubungan Eduardo Almeida dan Gilang Widya Pramana Tak Harmonis Soal Skor Arema FC Vs Bhayangkara FC

Hubungan Eduardo Almeida dan Gilang Widya Pramana Tak Harmonis Soal Skor Arema FC Vs Bhayangkara FC

Editor: Eko Darmoko
Instagram/aremafcofficial
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida dan Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana. 

SURYAMALANG.COM - Ketidakharmonisan alias beda pendapat terjadi antara pelatih Arema FC Eduardo Almeida dengan Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana.

Selisih pandang antara Eduardo Almeida dengan Gilang Widya Pramana ini terkait hasil pertandingan Arema FC vs Bhayangkara FC yang berakhir 1-1, Minggu (12/9/2021) kemarin.

Pada laga di Stadion Pakansari Bogor itu, Singo Edan lagi-lagi gagal meraih kemenangan dan harus rela berbagi poin dengan Bhayangkara FC di pekan kedua Liga 1 2021.

Gilang Widya Pramana memberikan isyarat kepada tim untuk segera membenahi diri.

Tim memang berhasil mempertahankan tren belum terkalahkan.

Namun, menurut Juragan 99 itu, dari segi permainan kolektif, Dedik Setiawan cs tidak tampil sesuai harapan.

"Imbang rasa kalah, hari ini permainan gaya Malangan tidak terlihat, kami evaluasi untuk pertandingan berikutnya," kata Crazy Rich Malang itu di akun Instagramnya @juragan_99.

Permainan Singo Edan memang terasa kurang menggigit.

Meski tampil dengan full team, permainan Arema FC justru didikte pemain-pemain Bhayangkara FC.

Salah satu yang menjadi sorotan Gilang adalah kurangnya koordinasi antara lini tengah dan lini serang.

Oleh karena itu, banyak build up serangan dari belakang tidak bisa berjalan efektif dengan terputusnya suplai-suplai bola ke lini depan.

"Maaf untuk permainan dan hasil pertandingan hari ini," kata Gilang menambahkan.

Di sisi lain, pelatih Eduardo Almeida memiliki pandangan yang lain soal performa Arema FC.

Dia mengakui, hasil laga Arema vs Bhayangkara ini memang tidak memuaskan.

Namun, dia menikmati pertandingan yang ketat dengan perlawanan sengit Bhayangkara FC.

"Ini pertandingan yang saya suka, pertandingan yang cukup sulit, pemain sudah berusaha maksimal agar tim bermain baik," kata pelatih asal Portugal itu.

"Memang bukan hasil yang kami inginkan, tapi kalau kami melihat di televisi terlihat permainan sebagai sebuah tim terutama soal organisasi permainan," imbuhnya.

Eduardo Almeida merasa lumrah jika banyak pihak kurang puas dengan hasil ini karena ada ekspektasi besar terhadap Arema FC.

Terlebih, Arema FC sempat mendapatkan keuntungan jumlah pemain di pengujung laga, karena satu pemain Bhayangkara FC mendapatkan kartu merah

Dia menilai, skor imbang kontra Bhayangkara adalah hasil maksimal yang bisa penggawa-penggawa Arema FC persembahkan untuk saat ini.

"Secara tim, kami pasti tentunya bersyukur dengan hasil seri ini, satu poin kami bersyukur," kata dia.

"Akan tetapi, kami juga menyesal gagal dapat tiga poin dengan 11 pemain kami," ujar pelatih 43 tahun itu lagi.

Meski begitu, Eduardo Almeida sepakat dengan pendapat Presiden Arema bahwa mereka memang harus membenahi diri.

Waktu-waktu sulit yang diberikan Bhayangkara FC memberikan modal berharga untuk bangkit dan berkembang.

"Akan tetapi, pemain kami sudah bekerja keras dan punya keinginan untuk memenangi pertandingan, tapi hasilnya seperti ini," kata Eduardo Almeida.

"Kami akan terus berbenah lagi dan memperoleh hasil yang maksimal," tutur dia lagi.

Laga melawan Bhayangkara memberikan hasil imbang kedua bagi Arema FC di Liga 1 2021.

Pada pekan pertama Liga 1 2021-2022, Arema FC ditahan imbang PSM Makassar meskipun bermain dengan 10 pemain setelah Jayus Hariyono diganjar kartu merah pada awal laga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Arema Vs Bhayangkara FC Berakhir Imbang, Pelatih dan Presiden Klub Selisih Pandang

Berita terkait Arema

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved