Berita Arema Hari Ini

Paul Munster Sentil Kinerja Wasit di Laga Arema FC Vs Bhayangkara, Eduardo Almeida Berkata Normatif

Paul Munster Sentil Kinerja Wasit di Laga Arema FC Vs Bhayangkara, Eduardo Almeida Berkata Normatif

Editor: Eko Darmoko
Instagram/liga1match
Arema FC vs Bhayangkara FC di laga pekan kedua Liga 1 2021, skor 1-1. 

SURYAMALANG.COM - Arema FC dan Bhayangkara FC harus puas berbagi poin di pekan kedua Liga 1 2021 setelah bermain imbang 1-1, Minggu (12/9/2021).

Pelatih Singo Edan dan pelatih Bhayangkara FC pun melontarkan uneg-unegnya ikhwal hasil seri tersebut.

Pelatih Bhayangkara Paul Munster menuding wasit sebagai biang kerok kegagalan timnya meraih kemenangan atas Arema FC.

Pertandingan Bhayangkara FC vs Arema FC di pekan kedua Liga 1 2021 berakhir imbang 1-1, Minggu (12/9/2021).

Sejatinya Bhayangkara FC berhasil mencetak dua gol lewat sundulan Ezechiel Ndouasel yakni menit ke-65 dan menit ke-68.

Namun, gol kedua Ezechiel dianulir karena wasit menilai Ezechiel offside.

Sementara Arema FC berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 menit ke-72 hasil gol Dendi Santoso.

Terkait hasil imbang melawan Singo Edan, Paul Munster kecewa dengan keputusan wasit.

Menurutnya gol Dendi Santoso juga offside, sehingga seharusnya dianulir seperti gol kedua Ezechiel.

"Babak pertama hingga babak kedua kami tampil sangat bagus, hingga mencetak gol dan akhirnya kami kebobolan."

"Yang saya kecewakan ialah keputusan dari wasit."

"Memang gol kedua kami yang dianulir karena offside itu keputusan benar, Ichsan mendapat kartu kuning kedua itu juga benar, tapi yang jadi pertanyaan gol Arema FC itu juga offside, kenapa keputusannya tidak sama dengan keputusan gol kedua kami yang dianulir?" kata Paul Munster, Minggu (12/9/2021) malam.

Pelatih asal Irlandia Utara itu berharap agar kedepannya soal kinerja wasit perlu mendapat sorotan dari PSSI, karena ia menilai hal ini kerap terjadi, khususnya dipertandingan besar.

"Jujur Itu yang membuat saya kecewa. Seharusnya kami mendapat tiga poin, tapi karena keputusan dari wasit yang menganggap seharusnya gol Arema FC itu offside, tapi disahkan, akhirnya laga berakhir imbang."

"Itu yang jadi pertanyaan kami, siapa yang bisa menanyakan hal ini pada wasit? Karena hal ini tentu perlu di benahi agar kedepan lebih baik lagi," jelasnya.

Dengan hasil imbang ini, Bhayangkara FC hanya mampu menambah satu poin, dan total poin mereka kini sebanyak empat poin, sementara diposisi ketiga klasemen.

Sementara itu, pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, tak heran dengan hasil imbang 1-1 ini, ia lebih memilih berkomentar normatif dan diplomatis.

Pasalnya, sebelumnya Eduardo Almeida telah memprediksi pertandingan akan berjalan sulit.

Hal ini karena Bhayangkara FC dinilai sangat berpotensi merepotkan pertahanan Arema FC, bahkan dinilai berpotensi mengalahkan Singo Edan.

"Pertandigan ini persis seperti yang kami bayangkan sebelummya, yakni merupakan laga yang sulit."

"Kami berdua tim bagus. Kami bermain simpel. Saya rasa ini pertandingan yang bagus bagi penonton. Dua tim bermain sangat terorganisir," kata Eduardo Almeida kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/9/2021).

Lebih lanjut Eduardo menilai, unggul jumlah pemain seharusnya dapat membuat timnya bisa menambah gol dan menang, namun nyatanya dengan 10 pemain BFC bisa menahan imbang Arema FC.

"Kami sebenarnya sudah mencoba bermain sebaik mungkin. Tapi demikian pula yang dilakukan Bhayangkara."

"Hasil akhir memang menunjukkan apa yang terjadi dalam permainan."

"Ketika bermain sebelas pemain lawan sepuluh pemain mereka, kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Kami harusnya bermain lebih sabar."

"Kami harus lebih baik lagi ke depannya. Namun, secara umum, skor pertandingan ini sudah sesuai," jelas pelatih asal Portugal itu.

Berita terkait Arema FC dan Bhayangkara FC

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved