Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Solusi Terbaru Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Malang

Cara-cara pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Malang terus dimutakhirkan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Hotel Harris, Kota Malang pada Kamis (16/9/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Cara-cara pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Malang terus dimutakhirkan.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Malang akan melibatkan stakeholder tingkat RT/RW dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

Seruan tersebut disampaikan saat gelaran Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Hotel Harris, Kota Malang pada Kamis (16/9/2021).

“Karena ini menjadi satu cara yang dilakukan oleh Bea Cukai bersama Kominfo tentunya untuk memberantas rokok ilegal,” terang Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto ketika dikonfirmasi.

Inovasi tersebut sepenuhnya didukung oleh Kepala KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Gunawan menegaskan pihaknya tak akan pernah lelah dalam menggiatkan sosialisasi sebagai bentuk kegiatan penegakan hukum di bidang cukai terutama yang bersangkutan dengan  Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Tujuan utama tentu dalam pelaksanaan gempur rokok ilegal. Memang di bulan September sampai Desember kami mendapat perintah pimpinan pusat untuk melakukan operasi gempur rokok ilegal,” sebut Gunawan.

Kata Gunawan dana bagi hasil cukai begitu bermanfaat bagi negara.

Karena menyangkut pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah, termasuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Salah satunya adalah dana bagi hasil cukai dimana dana ini merupakan bagian dari transfer dana bagi hasil ke daerah yg dibagikan provinsi penghasil cukai atau tembakau,” kata Gunawan.

Gunawan meningatkan tingginya urgensi persentase yang dapat menghasilkan pendapatan bagi negara.

Rinciannya, bidang kesejahteraan 50 persen, penegakan hukum 25 persen, pemberantasan kena cukai ilegal 25 persen.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Nur Fuad mengatakan pihaknya telah mengajak masyarakat tingkat RT RW dalam pemberantasan rokok ilegal.

"Kami telah mensosialisasikan pemberantasan rokok illegal kepada RT/RW Aparatur Kecamatan, Aparatur Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se Kecamatan Gondanglegi. Mereka diharapkan bisa memantau di wilayahnya masing-masing," tutup Fuad.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved