Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Akar Tuli yang Tidak Pernah Bertemu Wali Kota Malang

Akar Tuli merayakan hari jadinya yang ketujuh di kafe bernama Oldbay. Kafe ini sering menjadi tempat bertemunya anggota Akar Tuli

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Para anggota Akar Tuli sedang berinteraksi satu dengan lainnya. Mereka berinteraksi menggunakan bahasa isyarat. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Di Kota Malang, ada komunitas anak-anak Tuli bernama Akar Tuli.

Pada 12 September, Akar Tuli merayakan hari jadinya yang ketujuh di kafe bernama Oldbay. Kafe ini sering menjadi tempat bertemunya anggota Akar Tuli karena pengelola kafe juga Tuli.

Ketua Akar Tuli, Maulana Aditya (27) mengatakan, komunitas Akar Tuli banyak bergerak di bidang edukasi, terutama mengedukasi masyarakat tentang bahasa isyarat dan keberadaan mereka.

Sejauh ini, Akar Tuli belum memiliki ikatan kerjasama dengan pihak manapun, termasuk lembaga pemberi kerja.

“Akar tuli fokus kegiatan komunitas, bukan seperti pekerjaan,” kata Adit dengan bahasa isyarat.

Dibantu oleh penerjemah, Adit lebih jauh menjelaskan tentang sepak terjang Akar Tuli yang mencoba membuka pengetahuan publik tentang Tuli.

Sebelum pandemi, Akar Tuli selalu hadir di Car Free Day (CFD) Kota Malang. Di situ, mereka mempromosikan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo).

Bersama dengan relawan lainnya, termasuk penerjemah, mereka juga berinteraksi dengan warga yang hadir di CFD. Namun kegiatan tersebut tidak lagi dilakukan di masa pandemi saat ini.

Meski begitu, tidak membatasi ruang kreativitas untuk memperkenalkan Tuli ke publik. Di masa pandemi ini, sosialisasi bahasa isyarat banyak dilakukan lewat media sosial.

Justru melalui media sosial itu banyak orang lebih tahu tentang Akar Tuli dan Tuli.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved