Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Berita Malang Hari Ini

Yoga, Karyawan Pabrik Rokok yang Pernah Bawa Nama Indonesia ke Kancah Internasional

Yoga Dirgantara (31) adalah seorang karyawan di pabrik rokok PT Merapi Agung Lestari (MAL) Malang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Yoga Dirgantara (31), seorang karyawan di pabrik rokok PT Merapi Agung Lestari (MAL) Malang. Warga Kota Malang ini merupakan seorang Tuli yang telah bekerja di PT Merapi Agung Lestari Malang sejak 2009, lalu menjadi karyawan tetap mulai 2011. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Yoga Dirgantara (31) adalah seorang karyawan di pabrik rokok PT Merapi Agung Lestari (MAL) Malang.

Warga Kota Malang ini merupakan seorang Tuli yang telah bekerja di PT Merapi Agung Lestari Malang sejak 2009. Lalu menjadi karyawan tetap mulai 2011.

Setiap harinya, Yoga bekerja di bagian sebagai pres ball, yakni bagian bagian memasukan rokok ke bungkusnya.

Dalam pengakuannya, ia mendapatkan kesempatan bekerja karena tempat sekolahnya bekerjasama dengan perusahaan.

Saat ditemui SURYAMALANG.COM, Yoga sedang berkumpul dengan teman-temannya di komunitas Akar Tuli.

Berkomunikasi dengan orang Tuli memang berbeda, namun tidaklah sulit. Jika tidak bisa menggunakan bahasa isyarat, mereka bisa memahami gerak bibir. Cara lain adalah dengan menggunakan tulisan.

Dalam pertemuan itu, Yoga menceritakan kisah mulanya ia bisa bekerja.

Ia menjalani masa pendidikan di SMA LB di Kota Malang. Setelah lulus, ibunya sempat menawari untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun karena saat itu belum ada akses bagi tuli untuk kuliah, Yoga tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Yoga lebih memilih terjun ke dunia kerja. Melalui lembaga pendidikan tempat ia mengemban ilmu dulu, akhirnya ia masuk ke PT Merapi Agung Lestari Malang.

Yoga bukan sembarang buruh, ia pernah membawa nama Indonesia di ajang internasional, yakni ketika terpilih menjadi Mr Deaf Indonesia 2014.

Atas pencapaiannya itu, ia terbang ke London, Inggris untuk mengikuti ajang Miss & Mister Deaf World.

Ia juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahasa isyarat serta keberadaan Tuli.

Di tempat kerjanya, ia juga bergaul dengan dengan teman-temannya yang bukan Tuli. Dengan pergaulan itulah, perlahan teman-temannya bisa mengetahui bahasa isyarat.

Menurut Yoga, bahasa ataupun komunikasi sangat penting bagi Tuli.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved