Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Penyaluran Kredit Sektor Pertanian di Kabupaten Malang Alami Peningkatan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Malang mencatat kenaikan pertumbuhan kredit sebesar 7,62 persen pada sektor tersebut.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Ilustrasi produk pertanian di pasar wilayah Kabupaten Malang. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Penyaluran kredit modal kerja pada sektor pertanian di Kabupaten Malang mengalami peningkatan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Malang mencatat kenaikan pertumbuhan kredit sebesar 7,62 persen pada sektor tersebut.

"Di Kabupaten Malang pertumbuhan kredit ada di sektor pertanian sebanyak 7,62 persen dan Kota Batu sekitar 10 persen," ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri ketika dikonfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Kata Kasmuri, kegiatan pembatasan pada pandemi Covid-19 tak terlalu menggerus ritme aktivitas produksi pertanian.

"Pasalnya sepanjang PPKM sektor pertanian ini tidak berdampak," sebut Kasmuri.

Lain cerita dengan Kabupaten Malang, penyaluran kredit di Kota Malang mengalami penurunan sebanyak 0,71 persen.

Kredit yang banyak digelontorkan di Kota Malang yakni pada sektor penyaluran kredit modal kerja.

"Pada bulan Juli pertumbuhan kredit secara agregat  mengalami penurunan di Kota Malang penurunannya 0,71 persen. Tapi di kredit modal kerja tumbuh hingga 1,38 persen," beber Kasmuri.

Kasmuri menemukan fenomena di balik peningkatan kredit pada sektor modal kerja.

Ia melihat banyak pengusaha lebih membeli peralatan baru yang akan digunakan saat kelonggaran PPKM telah dilakukan.

"Jadi modal kerja ini signifikan. Para pengusaha memilih membeli alat dan kebutuhan baru yang akan digunakan saat kelonggaran PPKM," ucap Kasmuri.

Terakhir, Kasmuri menggambarkan peningkatan kredit di berbagai wilayah Malang Raya jika diuangkan secara nominal.

"Kalau diuangkan kisarannya di Kabupaten Makang sekitar Rp 21 triliun. Kota Malang 19 triliun dan Batu 1,8 triliun. Ini segi peningkatannya segitu outstandingnya," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved