Jumat, 24 April 2026

Berita Gresik Hari Ini

4 Pekerja Migran asal Gresik yang Pulang dari Malaysia Positif Covid-19, Karantina di Surabaya

Sebanyak 4 pekerja migran asal Gresik terkonfirmasi positif Covid-19 di Bandara Juanda, Surabaya.

Editor: isy
Disnaker Gresik
Petugas Satgas Covid-19 menyemprot disinfektan koper para pekerja migran asal Gresik yang dinyatakan negatif di Rusunawa Kambingan, Rabu (22/9/2021). 

Berita Gresik Hari Ini
Reporter: Willy Abraham
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | GRESIK - Para pekerja migran asal Gresik harus menjalani proses ketat sebelum pulang.

Sebanyak 4 pekerja migran tertahan di Surabaya seusai terkonfirmasi positif Covid-19 di Bandara Juanda, Surabaya.

Total ada 22 pekerja migran asal Gresik pulang dari Malaysia.

Yang positif Covid-19, saat ini menjalani isolasi di rumah sakit lapangan Indrapura, Surabaya.

Mereka dijemput menggunakan kendaraan dinas sosial dan dinas perhubungan Pemkab Gresik.

Mereka tidak serta merta langsung kembali ke rumah.

Dalam beberapa hari ke depan, harus menjalani karantina di rumah susun Ngabetan di Kecamatan Cerme.

Protokol kesehatan diterapkan ketat, satu persatu pekerja migran turun dari kendaraan langsung di cek suhu tubuh.

Barang yang mereka bawa, seperti koper, tas dan lain sebagainya harus disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu oleh Satgas Covid-19.

Petugas dari Dinas Tenaga Kerja Gresik, Syamsul Arif menyebut 18 pekerja migran asal Gresik menjalani karantina terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.

"Karantina selama lima hari di Rusunawa Kambingan. Selama karantina tidak boleh keluar dari rusunawa," kata Syamsul, Rabu (22/9/2021).

Meski tren Covid-19 terus melandai, tetapi kewaspadaan terkait datangnya para pekerja migran dari luar negeri terus diperketat, terlebih lagi, adanya varian baru, varian Mu atau varian B.1.621.

Varian Mu merupakan salah satu varian yang menjadi fokus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pengawasan ini dilakukan mengingat varian ini diduga kebal akan vaksin.

Ishana, pekerja migran asal Pulau Bawean Gresik, mengaku terpaksa pulang karena sedang berduka.

Salah satu anggota keluarganya sedang berpulang sehingga mengharuskannya kembali ke tanah air.

"Pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia, pulang karena ada salah satu keluarga yang tiada, alhamdulillah kondisi sehat perlakuan petugas di sini juga baik," kata Ishana.

Sebelumnya ada 15 orang pekerja migran yang menjalani karantina di Rusunawa.

Ditambah 18 pekerja migran, sehingga jumlah total yang menjalani karantina sebanyak 33 orang.

Berdasarkan data dari Disnaker Gresik terhitung sejak bulan April hingga September 2021, sudah ada 857 pekerja migran .

Mayoritas mereka berasal dari Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved