Berita Trenggalek Hari Ini

Korban Kejahatan Asusila Guru Ponpes di Trenggalek Tambah 3 Orang Lagi

Sebanyak tiga santriwati korban kejahatan asusila seorang pengajar di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Trenggalek melapor ke kepolisian.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: isy
aflahul abidin/suryamalang.com
SMT (34), Tersangka kasus kejahatan asusila terhadap 34 santriwati di sebuah ponpes di Trenggalek. 

Pria beristri itu mengakui telah mencabuli sebanyak 34 santri yang belajar di sekolahan jenjang setingkat SMA di yayasan ponpes itu.

Ironisnya, pencabulan itu sudah berlangsung selama 3 tahun terakhir atau mulai 2019. Kini, SMT sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Trenggalek.

Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban bercerita kepada orangtuanya tentang pencabulan yang dilakukan oleh sang guru ke kepadanya.

“Jadi cerita awalnya, tersangka ini diberhentikan [sebagai pengajar] dari pondok. Kemudian orang tua salah satu korban menanyakan kepada anaknya soal sang pengajar. Kemudian korban ini bercerita. Dari sini awal mula kasus terungkap,” kata Arief.

Tersangka dijerat dengan pasal 76e jo pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) UU RI 17/2016 tentang penetapan Perppu 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak.

SMT diancam dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 taun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Karena tersangka adalah guru dan korbannya lebih dari satu orang, hukuman pidana ditambah 1/3 dari ancaman.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved