Breaking News:

Berita Tuban Hari Ini

Pria Tuban Ngaku Dapat Bisikan Gaib untuk Habisi Tetangganya, Polisi akan Datangkan Psikolog

Kapolres Tuban, AKBP Darman, mengatakan pihaknya akan mendatangkan psikolog untuk mengetes kejiwaan pelaku.

Penulis: Mochamad Sudarsono | Editor: isy
mochamad sudarsono/suryamalang.com
Kapolres Tuban, AKBP Darman, saat memimpin ungkap kasus pembunuhan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel. 

Berita Tuban Hari Ini
Reporter: Mochamad Sudarsono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | TUBAN - Budiono (35) pelaku yang menghabisi nyawa Kasmirin (44), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, telah diamankan polisi.

Kepada polisi, pria yang sudah ditetapkan tersangka itu mengaku terpengaruh bisikan gaib saat memukul korban dengan kayu balok.

Kapolres Tuban, AKBP Darman, mengatakan pihaknya akan mendatangkan psikolog untuk mengetes kejiwaan pelaku.

Hal itu untuk mengetahui apakah benar tersangka terpengaruh bisikan gaib atau justru mengalami gangguan jiwa.

"Kita akan datangkan psikolog untuk cek kejiwaan pelaku, nanti hasilnya seperti apa akan diketahui," ujarnya kepada wartawan saat ungkap kasus, Senin (27/9/2021).

Perwira menengah itu menjelaskan, menurut informasi awal pelaku juga pernah cekcok dengan korban, ini juga akan dikembangkan.

Dari pemeriksaan, pelaku semula tidur di rumahnya kemudian bangun setelah mendengar bisikan gaib.

Pelaku lalu mendatangi korban yang saat itu tertidur di rumahnya, dengan membawa kayu balok sepanjang 60 centimeter.

Tanpa basa-basi kayu balok langsung dipukulkan empat kali di tubuh korban, hingga mengalami luka terbuka pada bagian kepala yaitu di dahi dan pelipis sebelah kiri.

"Setelah dipukul korban langsung meninggal dunia di tempat, rumah korban dalam kondisi terbuka saat itu," terangnya didampingi Kasat Reskrim, AKP M Adhi Makayasa.

Mantan Kapolres Sumenep itu menambahkan, tersangka diamankan polisi di rumahnya beserta barang bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

Lalu ada juga pakaian korban, tikar yang digunakan tidur korban dan juga bantal.

Saat ini pelaku juga sudah ditahan atas perbuatan yang dilakukan.

"Pelaku dijerat pasal 340 Subs Pasal 338 Subs Pasal Jo 351 Ayat 3 KUHP, ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved