Breaking News:

Sosok Diva Gadis Asal Malang Jadi Doktor Termuda ITS, Lulus S3 Diusia 24 Tahun 9 Bulan

Inilah sosok Diva gadis asal Malang yang menjadi doktor termuda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2021. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Website ITS
Sosok Diva Gadis Asal Malang Jadi Doktor Termuda ITS, Lulus S3 Diusia 24 Tahun 9 Bulan 

Kedua, studi di usia muda menjadi tantangan tersendiri bagi mentalnya.

Khususnya belajar bagaimana mengontrol emosi serta menerima keadaan yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

Diva Kurnianingtyas saat mengikuti International Conference on Industrial Technology (ICONIT 2019) di Balikpapan (Website ITS)
Diva Kurnianingtyas saat mengikuti International Conference on Industrial Technology (ICONIT 2019) di Balikpapan (Website ITS) ()

“Yang terpenting adalah belajar sabar. Studi S3 tidak seperti studi S1 dan S2 yang terus belajar ilmu pengetahuan, melainkan belajar ilmu kehidupan yang tidak pernah diperoleh sebelumnya,” tambah putri tunggal dari Ibu Iffah Nur Rahmiyati ini.

Selama kuliah, gadis asal Kota Malang ini banyak mengembangkan diri dalam proyek dan penelitian.

Ia juga beberapa kali mempresentasikan penelitiannya dalam konferensi internasional hingga publikasi jurnal terindeks Scopus.

“Sejauh ini, bidang yang saya tekuni adalah Perencanaan dan Manajemen Kesehatan, Pemodelan Simulasi, Data Mining, Pemrograman serta Optimasi,” terangnya.

Di akhir masa studinya, dalam disertasinya Diva mengangkat topik mengenai perancangan, pengembangan, dan perencanaan sistem asuransi kesehatan nasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh strategi alternatif mekanisme rujukan kesehatan agar anggaran keuangan stabil, premi terjangkau, dan kualitas program meningkat.

Temuan dalam penelitian disertasinya ini adalah faktor krusial yang menyebabkan defisit keuangan terjadi karena kepatuhan peserta dalam membayar premi setiap bulan dan inefektif sistem rujukan.

Meskipun banyaknya peserta yang menunggak pembayaran, mengubah rujukan atau penetapan premi peserta menjadi solusi yang perlu dipertimbangkan.

“Hal ini karena dapat mengurangi terjadinya anggaran keuangan yang mengalami defisit,” papar doktor yang berminat menjadi dosen ini.

Diva Kurnianingtyas saat presentasi dalam International Conference on Industrial Engineering and Engineering Management (IEEM 2019) di Macau (Website ITS)
Diva Kurnianingtyas saat presentasi dalam International Conference on Industrial Engineering and Engineering Management (IEEM 2019) di Macau (Website ITS) ()
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved