Breaking News:

Sosok

Potret Diva Kurnianingtyas, Alumni UB Malang yang Sukses Jadi Doktor Termuda ITS di Usia 24 Tahun

Potret Diva Kurnianingtyas, alumni UB Malang yang jadi Doktor termuda dari ITS.

Editor: isy
istimewa/dok pribadi
Potret Diva Kurnianingtyas, alumni UB Malang yang jadi Doktor termuda dari ITS. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Zainal Arif
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Diva Kurnianingtyas berhasil menyandang predikat sebagai Doktor termuda ITS.

Wisudawan dari Departemen Teknik Sistem dan Industri ini berhasil lulus di usia 24 tahun 9 bulan.

Jika menilik riwayat pendidikan yang ia tempuh, Diva telah menempuh pendidikan S1 Teknik Informatika di Universitas Brawijaya dengan lama studi 3,5 tahun.

Setelah tiga bulan bekerja di bidang Data Engineering, ia mengambil beasiswa program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di ITS jurusan Teknik Sistem dan Industri.

“Saya di ITS menempuh studi S2 selama setahun dan studi S3 selama tiga tahun,” ujar Diva kepada SURYA.co.id, Rabu (29/9/2021).

Diva mengaku termotivasi melanjutkan pendidikan hingga gelar doktor dikarenakan ingin membahagiakan dan membanggakan ibunya.

“Sejujurnya, saya tidak pernah berekspektasi kuliah lanjut di usia muda. Tetapi karena keinginan serta doa beliau (ibunya), saya bisa mencapai titik ini,” ungkapnya.

Menjadi mahasiswa termuda dibandingkan teman-teman kuliahnya, diakuinya terdapat banyak tantangan yang dirasakan. 

Gadis kelahiran Malang, 13 Desember 1996 ini merasa harus belajar secara cepat agar bisa menyelesaikan studi tepat waktu.

Tantangan lainnya ialah mental. Bagaimana dirinya belajar mengontrol emosi serta menerima keadaan yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

“Yang terpenting belajar sabar. Studi S3 tidak seperti studi S1 dan S2 yang terus belajar ilmu pengetahuan, melainkan belajar ilmu kehidupan yang tidak pernah diperoleh sebelumnya,” tambah putri tunggal dari Ibu Iffah Nur Rahmiyati ini.

Ke depannya, Diva ingin fokus pada peningkatan pengetahuan dan kemampuannya dalam mengoptimasi sistem sektor kesehatan sebagai bentuk implementasi dua keilmuannya yaitu Teknik Informatika serta Teknik Sistem dan Industri. 

“Pastinya, saya ingin ilmu yang saya terima bisa bermanfaat bagi diri saya dan orang lain,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved