Breaking News:

Nasib Bayi 10 Bulan Dijadikan Manusia Silver, Ibu Kandung Tak Tahu Anaknya Diajak Orang Lain Ngemis

Nasib bayi 10 bulan dijadikan manusia silver, Ibu kandung tak tahu anaknya diajak orang lain ngemis

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Instagram @tangsel_update
Bayi 10 bulan yang dijadikan manusia silver tanpa sepengetahuan orangtuanya 

Dokter Ardi mengaku prihatin dengan kondisi bayi tersebut.

Pasalnya, bayi yang masih berusia 10 bulan ini harus di cat menggunakan bahan yang membahayakan untuk bayi, serta dijadikan objek untuk meminta uang.

"Sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Karena bayi dicat dengan bahan yang bisa membahayakan. Dan dijadikan objek untuk meminta-minta uang," kata Dokter Ardi kepada Tribunnews.com, Senin (27/9/2021)

Menurut Dokter Ardi, kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga bahan cat silver yang digunakan akan berisikp terjadi dermatitis kontak atau infeksi kulit.

Selain itu bayi yang dicat silver ini juga bisa mengalami kerusakan kulit.

"Kulit bayi itu sangat sensitif, bahan yang digunakan untuk membuat bayi menjadi silver itu berisiko terjadinya dermatitis kontak. Atau infeksi terhadap kulit bayi, bisa rusak kulit bayinya," terang Dokter Ardi.

Untuk itu Dokter Ardi menganjurkan agar si bayi dibawa ke dokter agar bisa diperiksa dan mendapatkan terapi yang sesuai.

Dokter Ardi menyadari kondisi sekarang yang memang sedang sulit, tapi ia meminta agar orang tua tidak melibatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan.

Selain itu, Dokter Ardi juga mengajak para orang tua untuk bisa memenuhi hak anak agar bisa hidup sehat dan aman.

Agar nantinya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Hidup memang sedang susah, tapi tolong jangan libatkan anak dengan hal-hal yang membahayakan anak. Mari kita penuhi hak-hak anak untuk bisa hidup sehar dan aman supaya tumbuh kembangnya menjadi optimal," pungkasnya.

Ikuti berita manusia silver, bayi 10 bulan dijadikan manusia silver, dan berita viral lainnya. 

Penulis: Sarah/SURYAMALANG.COM

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved