Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

Pemkab Tulungagung Hentikan Asuransi Usaha Tani Padi, Dana Subsidi Dialihkan untuk Beli Burung Hantu

Pemkab Tulungagung mengalihkan anggaran subsidi asuransi usaha tani padi untuk membeli burung hantu.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
Shutterstock
Ilustrasi burung hantu 

Petani hanya membayar 20 persen sisanya, atau Rp 36.000 per hektare.

Untuk tahun 2021 ini, Dinas Pertanian telah mengajukan dana subsidi asuransi untuk 500 hektar lahan.

Dana ini untuk menanggung dana yang harus dibayarkan para petani, sebesar Rp 18 juta.

"Untuk meningkatkan keikutsertaan petani, yang Rp 36.000 untuk 500 hektar itu kami tanggung. Dananya juga sudah disetujui," sambung Edi.

Karena tidak mungkin digunakan untuk membayar asuransi, dana itu dialihkan untuk membeli burung hantu.

Burung hantu ini untuk mengendalikan hama tikus yang merajalela.

Selain dibelikan burung, dana juga untuk pembuatan rumahnya yang dipasang di tengah sawah.

"Burung hantu yang paling efektif untuk mengendalikan hama tikus, tanpa menggunakan bahan kimia," ucapnya.

Edi berharap asuransi kembali dibuka tahun depan.

Sebab asuransi ini sangat membantu petani yang gagal panen karena serangan hama maupun bencana alam.

Setiap hektar lahan yang rusak, petani mendapatkan klaim Rp 6.000.000.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved