Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Satlantas Polres Malang Gencar Tindak Aksi Balap Liar

Satlantas Polres Malang tengah melakukan patroli secara rutin setiap malam untuk mengantisipasi digelarnya balap liar di jalanan.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Ilustrasi- Pelanggar yang terjaring razia balap liar di sekitar Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Satlantas Polres Malang tengah melakukan patroli secara rutin setiap malam untuk mengantisipasi digelarnya balap liar di jalanan.

Polisi ingin memberikan rasa aman bagi pengendara jalan dengan menindak tegas pembalap liar yang nekat melakukan aksi adu cepat di jalanan.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitransyah, menerangkan terdapat 5 titik di Kabupaten Malang yang menjadi atensi polisi untuk menindak ajang balap liar.

"Terdapat sekitar 3 hingga 5 titik. Tidak bisa kami sebutkan karena nanti bocor (informasinya)," terang Agung ketika dikonfirmasi.

Akhir-akhir ini, Satlantas Polres Malang sedang giat menindak para oknum pemain balap liar.

Hasilnya pada Minggu (3/10/2021) kemarin, polisi membubarkan paksa aksi balap liar yang dilakukan puluhan orang di Jalur Lintas Selatan (JLS) area Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.

Pada operasi tersebut, polisi menindak 62 kendaraan yang kedapatan tidak memiliki surat keterangan nomor kendaraan.

Kendaraan para pembalap liar itu kini diamankan di Satpas Karanglo Singosari.

"Kami belum bisa menyimpulkan itu bodong atau tidak. Saat kami amankan, puluhan kendaraan tersebut tidak ada surat kelengkapannya. Bisa saja tertinggal di rumah," ungkap Agung.

Polisi meminta para pembalap liar seger meninggalkan kebiasaan berbahaya dan kembali mematuhi peraturan berlalu lintas.

"Kami minta agar, yang bersangkutan datang bersama orang tuanya, membawa kelengkapan surat dan membuat surat untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," ungkap Agung.

Agung menganalisa jika jalanan sepi akibat aturan pembatasan sosial turut memicu oknum pemuda untuk menggelar balapan liar di jalanan.

"Jadi mereka melihat moment Covid-19 ini. Dikira mereka aman saja melakukan aksi balap liar. Padahal sampai sekarang kita rutin menggelar patroli tersebut. Namanya balap liar kan mereka melihat moment-moment itu, mungkin mereka sudah paham, jadi mereka manfaatkan," tutup Agung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved