Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Atlet Surabaya Wajib Karantina Pulang dari PON XX Papua oleh Pemkot, KONI Jatim: Pertimbangkan Lagi

Pemkot Surabaya meminta karantina bagi atlet Surabaya yang mewakili Jatim berlaga di PON XX Papua ketika telah selesai melaksanakan tugasnya.

Penulis: Dya Ayu | Editor: isy
KONI Jatim
Ilustrasi - Atlet panahan asal Surabaya, Diananda Choirunisa, yang mewakili Jatim tampil di PON XX Papua. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Dya Ayu
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemkot Surabaya meminta karantina bagi atlet Surabaya yang mewakili Jatim berlaga di PON XX Papua ketika telah selesai melaksanakan tugasnya.

Permintaan itu diajukan melalui surat nomor 443.2/13174/436.8.4/2021, tertanggal 4 Oktober, yang ditujukan kepada Ketua KONI Jatim, Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat.

Dalam surat itu, Pemkot Surabaya meminta kepada seluruh Atlet dan atau Official yang memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau yang berdomisili di Kota Surabaya, wajib melaksanakan karantina di tempat yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya setibanya dari mengikuti PON XX di Papua.

Karantina dilaksanakan selama 5 (lima) hari ,serta dilakukan tes swab pada hari ke 4 (empat) di tempat karantina.

Menanggapi surat ini, Ketua Satgas Kontingen PON XX Jawa Timur, M Nabil, berharap Pemkot Surabaya mempertimbangkan aturan ini. 

Menurut Nabil, kebijakan Pemkot Surabaya ini perlu dipertimbangkan lagi karena sebelum berangkat ke Papua atlet Jatim sudah swab PCR.

Bahkan sejak September 2020 ketika KONI Jatim menggelar Puslatda New Normal (PNN) para atlet juga menjalani karantina, dan Swab PCR secara berkala.

Bahkan ketika berada di Papua, sebelum dan sesudah tanding atlet rutin menjalani swab PCR.

"Mengapa hanya kepulangan yang dari Papua saja yang harus dikarantina dibandingkan daerah lain. Hal ini akan menjadi sensitif dan membuat tersinggung karena hanya Pemkot Surabaya saja yang seperti ini. Yang dari Papua kalau landing di daerah lain di Indonesia tidak pakai karantina," kata Nabil, Selasa (5/10/2021).

Lebih lanjut Nabil mengatakan, seandainya ada atlet positif Covid-19 saat di Papua, maka sudah disiapkan tempat isoman di Papua dan dipastikan tidak bisa pulang sampai dinyatakan negatif.

"Dengan kerendahan hati saya berharap aturan karantina ini dipertimbangkan lagi kebijakan yang dapat menimbulkan masalah baru antara Jawa Timur dan Papua," pungkas Nabil.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved