Berita Malang Hari Ini

Muncul Klaster Covid-19 di PON XX Papua, Menpora Zainudin Amali Klaim Sudah Ditangani

Setelai empat hari dibuka oleh Presiden Jokowi, kasus Covid-19 klaster PON XX Papua bermunculan.

Penulis: Dya Ayu | Editor: isy
Instagram/Jokowi
Ilustrasi - Presiden Jokowi membuka PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (2/10/2021) malam. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Dya Ayu
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Gelaran PON XX Papua 2021 di tengah pandemi, tak dipungkiri menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak pihak.

Apalagi seperti diketahui, sejatinya PON digelar pada tahun 2020 lalu, namun karena angka kasus covid-19 masih tinggi, akhirnya baru terlaksana tahun ini.

Ternyata kekhawatiran itu benar adanya.

Setelai empat hari dibuka oleh Presiden Jokowi, kasus Covid-19 klaster PON XX Papua bermunculan.

Ditemukan sebanyak 29 orang positif Covid-19.

Orang-orang ini kabarnya terdiri dari atlet, pelatih, ofisial dan juga jurnalis yang meliput gelaran PON.

Dari sumber Kemenpora, atlet yang terpapar berasal dari sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Kaltim, Sumut, Sulsel, Banten dan NTT.

Terkait hal itu, Menpora Zainudin Amali menduga para atlet yang terkonfirmasi positif Covid-19, daya tahan tubuhnya sedang menurun seusai berlaga.

"Kemungkinan setelah bertanding, daya tahan tubuh menurun, kemudian (Covid-19) muncul," ujar Menpora Amali, Rabu (6/10/2021).

Saat ini, Zainudin Amali yang berkantor di Jayapura, memastikan pelaksanaan PON XX Papua tetap berjalan lancar, meski ada yang terpapar Covid-19.

Selain itu, setelah beredar pemberitaan mengenai atlet di PON terpapar covid-19, Menpora meyakinkan kepada semua pihak, kondisi para atlet maupun ofisial tersebut sudah tertangani dengan baik, dan kebanyakan tanpa gejala, serta sudah diisolasi di rumah sakit yang bekerja sama dengan PB PON.

Satgas Covid-19 di Papua juga sedang menelusuri di mana para atlet bisa terpapar corona.

Sebab jangan sampai kasus tersebut menjadi klaster besar di PON Papua.

"Sedang dicari, mereka kena dimana. Jangan-jangan ada yang datang ke sini sudah kena. Itu masih ditelusuri," jelasnya.

Menurut Menpora Amali, para atlet dan ofisial yang terpapar juga sudah tertolong dengan vaksin sebelumnya, sehingga ketika terkonfirmasi tak ada gejala yang berarti.

"Mereka juga belum bisa pulang karena harus isolasi selama 14 hari, meski sudah bertanding," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved