Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Profil Yudintya Aisyah Ermandy: Dapat Kesempatan Belajar Menulis Lingkungan

Yudintya Aisyah Ermandy baru saja meraih juara I lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh DLHKP  Kota Pasuruan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Mahasiswa Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Yudintya Aisyah Ermandy yang baru saja meraih juara I lomba karya tulis tentang lingkungan di Kota Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mahasiswa Prodi Farmasi FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Yudintya Aisyah Ermandy baru saja meraih juara I lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh DLHKP  Kota Pasuruan yang berkolabotasi dengan Bromo Tengger. 

Judul karyanya adalah " Environmental Education dan Sosialisasi PHBS Sebagai Bentuk Implementasi Peduli Lingkungan di Tengah Pandemi Menggunakan Metode ADDIE.

"Lewat lomba ini, saya jadi belajar menulis tentang lingkungan. Sebuah hal baru dari yang saya tekuni di kampus, yaitu Farmasi," kata cewek kelahiran Probolinggo, 28 Januari 2000 pada suryamalang.com, Rabu (6/10/2021). 

Untungnya, topiknya dikaitkan dengan pandemi Covid-19, yaitu lingkungan sehat di tengah pandemi Covid 19.

"Sebenarnya, motivasi saya ikut lomba karena ibu saya. Beliau adalah kader lingkungan Kota Pasuruan," jawabnya.

Sedang topik lomba juga dirasakan masih terkoneksi dengan skripsinya yang juga membahas pandemi.

"Ya...masih nyambunglah dengan skripsi saya. Apalagi jika membahas pandemi, sekarang juga masih berlangsung dan topiknya selalu hangat. Dalam tulisan ini, pandemi juga berdampak pada lingkungan," kata penggemar menulis dan melukis ini.

Maka dicontohkannya soal sampah organik dan anorganik juga meningkat selama pandemi. 

Sebab pemberlakuan PPKM pada masa pandemi membuat masyarakat belanja online-nya meningkat.

Sehingga sampahnya juga meningkat dari sisa makanan dan tempat makanan sekali pakai.

"Maka dalam salah satu catatan saya adalah masyarakat harus punya kesadaran  mengurangi," kata mahasiswa yang suka ikut lomba-lomba sejak SD ini. 

Ia mendapat data-data selama pelaksanaan PPKM memang ada peningkatan sampah per hari per individu.

Menurut anak bungsu dari pasangan Yudi-Erma ini, setelah skripsinya selesai, ia memiliki banyak waktu luang.

Dari kemenangan di lomba itu memicunya ingin membuat banyak artikel dan jurnal. Tujuannya agar yang ditulisnya dibaca banyak orang.

"Sekarang saya menunggu pembukaan pendaftaran pendidikan profesi di Universitas Padjajaran Bandung untuk jadi Apoteker. Kelak, saya ingin berkecimpung di dunia pendidikan sebagai dosen atau penggiat lainnya," paparnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved