Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Remaja 15 Tahun Bunuh Pacarnya Cewek 14 Tahun di Kediri, Kuasa Hukumnya Minta Kasus Dihentikan

Kuasa Hukum Pelaku Pembunuhan cewek 14 tahun di Gurah Kediri minta polisi untuk menghentikan proses penyelidikan dengan adanya temuan baru

Penulis: Farid Farid | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono bersama Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha saat melakukan pres rilis terkait kasus pembunuhan di Gurah Kediri Selasa (28/9/2021). Taufik Dwi Kusuma Pengacara pelaku pembunuhan (Kanan) 

SURYAMALANG.COM , KEDIRI - Kasus pembunuhan cewek 14 tahun, Q yang dilakukan remaja 15 tahun, AAN di Gurah Kediri kembali dicermati polisi setelah ditemukan fakta baru.

Di sisi lain, kuasa Hukum Pelaku Pembunuhan cewek 14 tahun di Gurah Kediri minta polisi untuk menghentikan proses penyelidikan dengan adanya temuan baru itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu temuan baru yang didapat adalah kondisi korban yang tidak sedang hamil.

Fakta baru ini menjadi perhatian mengingat sebelumnya dari hasil pemeriksaan didapat keterangan jika motif pembunuhan adalah korban yang mengaku tengah hamil.

Taufik Dwi Kusuma selaku pengacara AAN (15) menyampaikan jika pihaknya sudah mengetahui adanya laporan tentang korban yang dinyatakan tidak hamil.

"Dan oleh karena hasil tersebut dinyatakan negatif maka, kami menduga bahwa motif terjadinya tindak pidana tersebut berawal karena ada unsur kebohongan yang dilakukan oleh korban kepada anak ," ujar Taufik Dwi kepada SURYAMALANG.COM.

Masih kata Taufik Dwi Kusuma, pihaknya menyampaikan jika terjadinya tindak pidana tersebut diawali dengannya unsur kebohongan mengaku hamil yang dilakukan oleh korban (melalui chat).

"Kami selaku Penasehat Hukum menilai bahwa perbuatan tindak pidana Anak tersebut turut juga mengalami dampak hukum dari perbuatan si korban," jelasnya.

"Secara hukum dampak yang dirasakan oleh anak adalah diberi sanksi pidana dengan penerapan (Pasal 338 KUHP) dengan pembunuhan berencana Pasal (340 KUHP) yang disangkakan oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Karena melihat hasil sementara rangkaian pristiwa tersebut, seharusnya pihak kepolisian dalam Pemberian sangkaan pertanggungjawaban pidana kepada anak haruslah mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak di masa mendatang atau di masa depan asas (ultimum remedium). 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved