Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

UM Siap Memulai Perkuliahan Tatap Muka 25 Oktober 2021, Utamakan Mahasiswa Angkatan 2020 dan 2021

Universitas Negeri Malang (UM) akan melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas mulai 25 Oktober 2021.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
UM
Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Budi Eko Soetjipto MEd MSi. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) akan melaksanakan perkuliahan tatap muka terbatas mulai 25 Oktober 2021.

Namun prioritas kuliah luring ini untuk mahasiswa angkatan 2020/2021 dan mahasiswa baru angkatan 2021/2022, serta semua mahasiswa S2 dan S3.

Wakil Rektor I UM, Prof Dr Budi Eko Soetjipto MEd MSi, mengatakan perkuliahan tatap muka terbatas mulai minggu ke-9, yaitu 25 Oktober 2021.

"Untuk itu sudah diberikan Surat Edaran kepada para Dekan dan Direktur Pascasarjana tentang pelaksanaan perkuliahan ini," jelas Budi Eko pada suryamalang.com, Kamis (7/10/2021).

Dikatakan, untuk dosen juga sudah diminta memfasilitasi pertemuan tatap muka dengan 50 persen dari kapasitas kelas. 

Untuk pengaturan lebih lanjut terkait sarana dan prasarana untuk perkuliahan luring maupun daring diserahkan kepada Dekan dan Direktur Pasacasarjana.

Ditanya apakah sebelum perkuliahan terbatas ada kegiatan survei untuk mahasiswa, ia menjawab ada beberapa fakultas yang melaksanakan survei.

"Seperti di FMIPA dan FIS. Hasil survei di FIS menyatakan 52 persen mahasiswa setuju dan 48 persen tidak setuju. Terhadap hasil survei, ini kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka diserahkan ke Dekan masing-masing," paparnya.

Sementara itu kewajiban vaksin bagi mahasiswa yang ikut PTM, disebutkan mahasiswa yang belum vaksin boleh mengikuti luring dengan catatan ada alasan yang masuk akal.

Misalkan belum memperoleh jatah vaksin. Selanjutnya mahasiswa yang sudah melaporkan belum vaksin akan diupayakan untuk divaksin oleh UM.

Untuk prioritas mata kuliah, lanjutnya, ditetapkan oleh prodi masing-masing.

Sementara mahasiswa UM, Aisha, mahasiswa semester 3 Prodi Bahasa Jerman Fakultas Sastra menyatakan sudah mengisi survei.

"Saya setuju perkuliahan luring di survei itu. Apalagi saya di bahasa. Saya perlu pertemuan intens luring terutama untuk mata kuliah yang SKS-nya besar. Selama ini memang bisa mengikuti perkuliahan secara daring, tapi kurang maksimal. Apalagi Bahasa Jerman adalah hal baru bagi saya," kata Aisha yang tinggal di Kota Malang.

Menurutnya, tak semua temannya ikut kuliah luring karena ada yang domisilinya jauh. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved