Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

2000 UMKM di Kota Malang Belum Dapat BPUM

Diskopindag Kota Malang, Noegroho Dwipoetranto, mengatakan ada sekitar 16 ribu UMKM di Kota Malang yang diusulkan mendapatkan BPUM.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Almira
Ilustrasi - Nurul Hidayati, pemilik Almira Handmade, salah satu UMKM di Kota Malang yang bergerak di bidang fashion 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Di masa pandemi seperti ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat merasakan dampaknya.

Bahkan, beberapa nyaris gulung tikar.

Menyikapi hal itu, pemerintah pusat telah meluncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Namun nyatanya, ribuan UMKM di Kota Malang belum mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Noegroho Dwipoetranto, mengatakan ada sekitar 16 ribu UMKM di Kota Malang yang diusulkan mendapatkan BPUM.

"Namun, yang terealisasi hanya sekitar 14 ribu UMKM yang sudah mendapatkan BPUM berupa bantuan uang tunai sebesar Rp 1,2 juta tersebut. Paling banyak, UMKM itu didominasi pengusaha yang bergerak di bidang Makanan dan Minuman (Mamin). Masih ada sekitar 2.000 UMKM yang masih menunggu cairnya bantuan tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Senin (11/10/2021).

Dirinya juga menjelaskan, alasan tidak cairnya BPUM untuk 2.000 UMKM yang ada di Kota Malang tersebut.

"Karena hal itu langsung dipilih oleh pemerintah pusat. Kami hanya memfasilitasi dan menyiapkan data," terangnya.

Namun, pihaknya terus mengupayakan agar pencairan bantuan tersebut bisa merata dan dapat diterima oleh seluruh UMKM Kota Malang, salah satunya berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Kami terus berkomunikasi, karena ini untuk kesejahteraan mereka. Apalagi saat ini masa pandemi, UMKM memang perlu asupan bantuan untuk perputaran modal. Karena mereka sangat terdampak signifikan," ungkapnya.

Dirinya juga menerangkan, UMKM masih memberikan kontribusi yang cukup tinggi di era pandemi ini.

Artinya, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, perhatian tinggi yang diberikan kepada para pelaku UMKM, tidak lain sebagai wujud pemerintah dalam menyangga ekonomi rakyat kecil

"Pemerintah pusat pun memandang penting keberadaan para pelaku UMKM. Karena UMKM, mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di  sektor bawah. Selain itu, peran UMKM sangat penting dalam kehidupan masyarakat kecil, di antaranya, sebagai mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan sarana untuk a tingkat perekonomian mereka," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved