Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kisah Perawat yang Diancam Bunuh Diri oleh Pasiennya di Kota Batu

Situasi tempat isolasi terpusat (Isoter) di YPPII Kota Batu tampak lengang sejak Senin (11/10/2021).

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wiwik Safitri, di tempat isolasi terpusat (Isoter) di YPPII Kota Batu yang tampak lengang sejak Senin (11/10/2021). Pasien terakhir meninggalkan kamar nomor 111 pada Minggu siang (10/10/2021). 

Menghadapi amarah pasien seperti itu, Wiwik dan rekan-rekannya mencoba untuk menenangkan pasien.

Namun upaya mereka tidak membuahkan hasil.

Pasien baru berhenti dari amarahnya ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) masuk untuk mengatasi.

“Salah satu yang paling berkesan melayani pasien saat banyak pasien mengamuk. Ada yang tidak mau diisolasi, bahkan ada yang mau bunuh diri,” ujarnya.

Selain merasakan sendirian di ruang isolasi, pasien tersebut juga merasa terkucilkan jika kembali ke masyarakat.

Hal yang lumrah terjadi di mata masyarakat ketika pandemi baru saja melanda. Ketakutan akan tertular dari Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 itu membuat masyarakat menjauhi penyintas.

“Psikisnya takut kembali ke masyarakat, itu salah satu pengalaman yang saya lewati. Untuk yang enak-enaknya, rekan kerja di sini baik-baik. Waktu kerjanya dan pelayanan juga baik,” ujarnya.

Setelah ditenangkan oleh Babinsa, pasien tersebut dipindahkan ke ruang isolasi di Kota Malang.

Sebelum pergi meninggalkan YPPII, pasien itu meminta maaf kepada para perawat atas perilakunya.

Kondisi kemudian melandai, penularan virus juga turun pada pertengahan 2020.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved