Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Akan Manfaatkan Tandon untuk Kebutuhan Air di Tempat Relokasi Pedagang Pasar Besar

Pemkot Batu akan Manfaatkan Tandon untuk Kebutuhan Air di Tempat Relokasi Pedagang Pasar Besar

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Eko Suhartono datang ke lokasi relokasi. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu berencana memanfaatkan tandon air yang berada di Taman Hutan Kota Bondas untuk kebutuhan pedagang di tempat relokasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Batu, Eko Suhartono menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan Perumdam Among Tirto membahas saluran air.

"Yang jelas kemungkinan ada tandon di atas, secara teknis di PDAM. Terpenting airnya ada," ujar Eko saat ditemui SURYAMALANG.COM di lokasi relokasi, Rabu (13/10/2021).

Di tempat relokasi, menurut Eko, ada 25 kamar kecil yang membutuhkan saluran air. Saat ini, pengembang sedang membangun tempat relokasi dan diminta rampung 25 Oktober 2021. Pembiayaan pembangunan saluran air dan listrik sudah termasuk dalam klausul kontrak.

“Kami ingin semuanya tersedia, kami juga cek ada beberapa kamar mandi, ada 25 kamar mandi. Dalam hal penyambungan listrik dan air sudah ada dalam klausul kontrak. Kami sebagai pemerintah untuk menjembatani,” katanya.

Direktur Perumdam Among Tirto, Edy Sunaedi memberikan tiga opsi penyaluran air untuk pedagang. Pertama pengisian tandon di dekat relokasi, kedua pemasangan pipa baru yang bersumber dari Sumber Banyuning, ketiga menggunakan alat pompa. Dari ketiga opsi tersebut, pengisian tandon merupakan yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Saya kira opsi paling tidak menghitung waktu ya isi air di tandon. Belum ada keputusan dari Pemkot Batu, tapi sedang proses saat ini. Harus ada keputusan sebelum November ini,” ujar Edy.

Rencananya, air untuk para pedagang berasal dari Sumber Banyuning. Di sana terdapat pipa 8 dim yang mengalir ke anak Kali Brantas. Jika dimanfaatkan untuk pedagang, maka perlu penyambungan pipa kembali.

“Kami segera menghitung pelayanan di relokasi pasar, hampir 3000 pedagang yang bisa kami layani melalui penambahan debit pipa 8 dim yang belum termanfaatkan. Saya harus segera melakukan kajian, membuat perlakuan teknis,” ujarnya.

Perumdam Among Tirto membutuhkan pipa baru untuk mengalirkan air dari Banyuning ke lokasi relokasi. Pipa 8 dim yang ada saat ini berkapasitas 30 liter per detik. Kendala yang dihadapi adalah elevasi tempat relokasi lebih tinggi. Selain itu, perlu pemasangan pipa secara permanen sehingga juga perlu waktu dalam pelaksanaannya.

“Ketika 8 dim itu kami suplai semuanya, ada 30 liter per detik. Kami butuh pipa baru lagi, maka solusi jangka panjang menanam pipa dari Banyuning sampai rest area Sidomulyo. Lalu ke tempat relokasi,” ujarnya.

Perumdam Among Tirto menegaskan belum mampu untuk melayani daerah Sultan Agung, di samping pipa yang kecil, elevasinya tinggi. Sebetulnya, ada saluran dari kawasan Jl Abdul Gani atas gang 4, namun ukuran pipanya 1 dim.

“Saat ini, saluran itu banyak digunakan oleh niaga, kalau ditambah 3000-an orang, tidak mampu. Dari beberapa opsi, maka yang memungkinkan memanfaatkan tandon, kami isi setiap hari untuk kebutuhan air,” ujarnya.

Tarif pengisian air tersebut Rp 200 ribu per tandon air yang dibawa kendaraan Perumdam Among Tirto.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved