Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pemkot Batu Imbau Gerakan Satu Desa Satu Perpustakaan pada 2022

Saat ini, baru tujuh desa/kelurahan saja yang telah memiliki perpustakaan desa, 17 lainnya belum memiliki. Ada 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Proses pengecoran di gedung yang akan digunakan sebagai Perpustakaan Daerah Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemerintah Kota Batu mendorong semua desa serta kelurahan memiliki perpustakaan desa.

Saat ini, baru tujuh desa/kelurahan saja yang telah memiliki perpustakaan desa, 17 lainnya belum memiliki. Ada 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu, Santi Restuningsasi menyatakan, seluruh desa/kelurahan di Kota Batu memiliki perpustakaan desa pada 2022.

Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merancang dan mendata penempatan perpustakaan desa. Menurut Santi, perpustakaan tingkat desa itu memiliki peran menggeliatkan gemar membaca bagi masyarakat.

"Tahun 2022 mendatang kami targetkan program satu desa satu perpustakaan tercapai. Kami akan turun ke desa-desa untuk menggugah semangat kepala desa mewujudkan perpusdes,” ujar Santi, Rabu (13/10/2021).

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar sinkronisasi program sesuai tujuan.

“Agar ada komunikasi juga ke kepada kepala desa untuk merealisasikan perpusdes dan melakukan rancangan anggaran,” katanya.

Banyaknya desa/kelurahan di Kota Batu yang belum memiliki perpusdes karena terbentur ketersediaan tempat.

“Ada beberapa desa yang sebenarnya sudah memiliki tempat namun karena masih pandemi saat ini. Tempat yang seyogiaanya digunakan untuk perpusdes digeser menjadi tempat isolasi,” jelasnya.

Perpusdes dioperasikan dan dikelola secara mandiri oleh pihak desa. Mulai dari pembangunan gedung, pengadaan buku dan pekerja yang menjaga perpusdes. Dalam hal pengelola perpusdes, pihak desa bisa memberdayakan PKK desa, Posyandu dan karang taruna di setiap desa.

"Untuk anggaran pembangunan perpusdes bisa diambilkan dari dana desa (DD). Pada intinya perpusdes ini semuanya mandiri dari desa,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk pembangunan perpusdes antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Anggaran dari DD yang nilainya miliaran rupiah, dinilai lebih dari cukup untuk melakukan pembangunan dan pengadaan buku.

“Hanya memerlukan dana sekitar Rp 100-Rp 200 juta,” katanya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa dan Lurah (APEL) Kota Batu, Wiweko menyambut baik rencana tersebut. Dirinya akan mengajak anggota APEL untuk mendirikan perpusdes. Menurutnya keberadaan perpusdes sangat penting bagi masyarakat desa.

"Dengan adanya perpusdes anak-anak yang ingin membaca buku tak perlu jaih-jauh datang ke perpustakaan kota karena di masing-masing desa sudah tersedia perpusdes," kata pria yang juga menjabat sebagai Kades Oro-oro Ombo ini.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved