Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif - Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Bangun Optimisme Menyongsong Jatim Bangkit

Pemred Tribun Jatim Network Tri Mulyono berkesempatan untuk wawancara eksklusif dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat HUT Jatim ke-76

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
habibur rohman/suryamalang.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima Wapemred Harian Surya Tri Mulyono di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (14/10/2021). Gubernur juga membahas tentang berbagai keberhasilan yang diperoleh Jawa Timur dibanding dengan provinsi lain. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Fatimatuz Zahro
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Provinsi Jawa Timur baru saja merakayan HUT Jatim ke-76.

Di kesempatan yang istimewa ini, Pemred Tribun Jatim Network Tri Mulyono berkesempatan untuk wawancara eksklusif dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (14/10/2021) di Gedung Negara Grahadi.

Diskusi penuh optimisme menyambut Jawa Timur ke depan begitu menarik, yang telah kami himpun menjadi dialog wawancara sebagai berikut:

SURYA: Hari Jadi Provinsi Jawa Timur diwarnai dengan kondisi yang menyenangkan terutama terkait pandemi covid-19 dimana tambahan kasus sudah jauh melandai, kasus kematian juga menurun dan sudah hampir keseluruhan daerah di Jatim sudah level satu. Apa rahasia Jatim bisa mencapai di titik yang membanggakan ini?

Gubernur Khofifah: Pak Presiden kemarin saat ke Jatim juga tanya begitu. Jadi saya dengan para dokter sebetulnya sangat hati-hati dalam melakukan telaah, karena tentu kita bersyukur atas capaian dimana sudah sebulan lebih Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Jawa Bali yang statusnya level satu.

Kita sangat hati-hati dalam melakukan update dan ‘makan’ data, sampai dengan hasil asesmen situasi covid di Kemenkes yang kemarin dirilis sudah 32 kab kota di Jatim yang sudah level 1. Padahal di Jawa Bali ini masih ada 3 provinsi yang kab kota nya nol level 1. Artinya mencapai level 1 itu tidak sederhana terutama testing dan tracing.

Makanya kalau saya yang turun kemana-mana saya tak lupa untuk selalu terima kasih ke babinsa, babinkamtibmas, bidan desa, kades, dan lurah. Karena tracing itu dilakukan oleh lini paling bawah, dan itu kekuatan Jatim untuk bisa menjaga tracing yang sangat tinggi. Kita sudah sudah di atas 24 tracingnya. Kalau Kemenkes standar tracingnya itu 1 banding 15, kalau 24 itu sudah jauh di atas 15.

Kemudian juga positivity rate. Di Jatim sudah lebih sebulan lebih positivity ratenya sudah di bawah 0,5. Maka tugas kita semua adalah mohon kita menjaga tetap disiplin prokes, segera percepat vaksinasi. Kita ini melawan sesuatu yang tak tampak, maka senjata ya pakai makser, vaksinasi, prokes kita jaga, karena antara kesehatan sosial dan ekonomi itu saling berkelindang Kalau kita mau lari kencang ekonomi maka kita juga harus lari kencang vaksinasi, disiplin protokol Kesehatan.

SURYA: Jadi dua hal menjadi tantangan dalam pengendalian covid-19 ini ya. Pengendalian covid-19 terus dilakukan tapi di sisi lain ekonomi harus teteap tumbuh. Bagaimana itu?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved