Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dinkes Belum Dapat Pastikan Jadwal Penyaluran Insentif bagi Nakes di Kabupaten Malang

Dinkes Kabupaten Malang belum dapat memastikan waktu penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang menjadi vaksinator Covid-19.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
erwin wicaksono/suryamalang.com
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo. 

Reporter: Erwin Wicaksono

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang belum dapat memastikan waktu penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang menjadi vaksinator Covid-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan besaran insentif tergantung status golongan pekerjaan.

Vaksinator berstatus dokter akan mendapat insentif sebesar Rp 2,5 juta.

Bidan dan perawat mendapat insentif sebesar Rp 2 juta, dan tenaga administrasi mendapat insentif sebesar Rp 1,25 juta.

Arbani menjelaskan besaran insentif ini mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan.

"Pemberian insentif ini adalah insentif vaksin," terang mantan Direktur Utama RSUD Lawang itu.

Pihaknya telah menghitung kinerja harian para tenaga kesehatan.

Arbani telah berkomunikasi dengan bagian hukum Pemkab Malang agar penyaluran insentif tersebut memiliki dasar hukum tetap, dan tertuang dalam Peraturan Bupati atau Perbup.

"Pemberian insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada nakes yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19."

"Kami berharap insentif ini memotivasi para nakes untuk bekerja lebih baik dan profesional," terangnya.

Arbani memastikan pemberian insentif vaksinator sudah melalui perhitungan matang dan tepat sasaran.

"Mereka tidak boleh menerima dua insentif. Harus satu insentif," terang Arbani.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved