Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Festival Kuliner Tempe Sanan di Kota Malang, Ada Puding Silky Hasil Olahan Limbah Kulit Ari Kedelai

Festival Kuliner Tempe Sanan digelar Minggu (17/10/2021) di Jl Sanan gang 14 Kota Malang. Kegiatan ini untuk memasarkan produk-produk olahan baru

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dari olahan limbah kulit ari kedelai bisa menjadi makanan kekinian oleh mahasiswa Polinema lewat kegiatan pengabdian masyarakat. Seperti puding silky, macaron, brownis dan nugget. Produk itu ada di Festival Kuliner Tempe Sanan, Minggu (17/10/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Festival Kuliner Tempe Sanan digelar Minggu (17/10/2021) di Jl Sanan gang 14 Kota Malang.

Kegiatan ini untuk memasarkan produk-produk olahan baru dari kedelai, tempe yang dipajang di enam stand.

Salah satunya stand mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) lewat PKM Pengabdian Masyarakat. Mereka memanfaatkan limbah kulit ari keledai.

"Kami bermitra dengan ibu-ibu PKK Sanan," jelas Salamatul Hifdiyah, mahasiswa semester 5 Polinema pada SURYAMALANG.COM di sela kegiatan.

Dijelaskan, limbah kulit ari kedelai biasanya dibuang perajin tempe karena sudah overload atau dijadikan pakan ternak. Tapi oleh mahasiswa diolah jadi puding silky, macaron, brownis dan nugget.

Limbah itu dijadikan tepung. "Paling banyak disukai adalah puding silky karena creamy banget. Sebelum ini, kami pernah pameran. Paling banyak pembelinya ya puding ini," jelas dia.

Hasil produk dengan mahasiswa menghasilkan makanan lebih milenial.

Selain itu juga dipamerkan produk baru dari PKK seperti cookies tempe, bangsreng, stik mendol, tempe karakter, kue kering dll. Ada juga suvenir dari batu alam dari Dosen Universitas Negeri Malang (UM).

Di kampung Sanan, 98 persen warganya adalah perajin tempe. Penurunan level PPKM pandemi Covid-19 di Kota Malang sudah agak menggairahkan produk tempe di sentra wisata ini. 

"Meski masih terdampak kenaikan harga kedelai. Biasanya Rp 6000 sampai Rp 6500 per kg, kini berkisar di Rp 10 ribu," jelas Arif Sofywan Hadi, Ketua Paguyupan Keripik dan Tempe Sanan.

Ki Demang, Ketua Forkom Kampung Tematik Kota Malang menambahkan, festival kuliner di Sanan setiap tahun ada.

"Ini ajang untuk mengenalkan ragam tempe olahan sebagai khasanah kuliner atau produk oleh-oleh," kata Ki Demang.

Selain produk lama juga ada produk baru. Dikatakan, karena masih pandemi, maka dilaksanakan terbatas.

"Dulu sebelum pandemi, jika ada festival ramai sekali. Bisa ada 40 an stand produk," tambah Arief. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved