Breaking News:

Travelling

Pasar Hamadi, Pasar Tradisional di Kota Jayapura yang Ada Sejak Era Hindia Belanda

Pasar Hamadi Kota Jayapura menjadi pasar tradisional paling tersohor di Papua.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Barang dagangan di Pasar Hamadi, Kota Jayapura. 

SURYAMALANG.COM, JAYAPURA - Pasar Hamadi Kota Jayapura menjadi pasar tradisional paling tersohor di Papua.

Pasar tradisional ini sudah ada sejak era Hindia Belanda, dan sampai sekarang menjadi tempat paling banyak dikunjungi wisatawan.

Wisatawan bisa menemukan bahan makanan atau barang seni khas Papua sebagai cendera mata.

Penjual cedera mata khas Papua letaknya berada di di depan sisi kanan Pasar Hamadi.

Deretan toko sepanjang sekitar 100 meter menjual barang seni Papua, mulai dari koteka, tas noken, patung totem khas Asmat, lukisan kulit kayu khas Danau Sentani, hiasan Cendrawasih, tas kulit kayu, dan dompet kulit buaya.

Pemilik toko, Nur Aini mengatakan omzet penjualan naik sampai 50 persen selama PON XX Papua 2021.

Dua tahun ini sepi karena pandemi Covid-19. Pengunjung dari luar Papua biasanya mencari tas noken dan tas kulit kayu."

"Kalau anak-anak beli kalung dan wadah untuk handphone," ujar Nur Aini kepada SURYAMALANG.COM.

Tas noken dibanderol mulai dari Rp 150.000, dompet kulit buaya sebesar Rp 300.000, dan tas kulit kayu sebesar Rp 100.000.

Kalau dari pusat Kota Jayapura, Anda hanya perlu menempuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba di Pasar Hamadi.

Wisatawan juga bisa singgah ke Pantai Hamadi yang tidak jauh dari Pasar Hamadi.

Wisatawan bisa mendapat suguhan pemandangan pantai yang indah, dan bisa makan dan minum kelapa muda di pinggir pantai.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved