Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Reaksi Korban Soal Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 'Ungkap Harus Sampai Akar'

ZO sangat berharap Polri bisa mengusut hingga ke akar paling dalam dari lingkaran setan bisnis lancung pinjol ilegal tersebut.

Editor: isy
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan/Canva.com
Ilustrasi - Korban pinjaman online (pinjol) ilegal di Malang, Mawar (40), (kiri) dan Ilustrasi pinjaman online (kanan) 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wanita berinisial ZO (26) asal Pasuruan ini juga menjadi satu di antara ratusan orang korban intimidasi debt collector (DC) dari aplikasi pinjaman online (Pinjol).

Ia merasa lega dengan langkah gerak cepat (gercep) Polri dalam menggantang praktik lancung pinjol berbasis aplikasi yang melakukan penagihan intimidatif pada masyarakat.

Perempuan hobi memasak itu, sangat berharap upaya gercep dan tegas yang ditunjukkan Polri itu tak hanya sebagai gertak sambal semata, yakni tegas di awal, namun tidak berkelanjutan hingga ke pangkal permasalahan utamanya tuntas.

ZO sangat berharap Polri bisa mengusut hingga ke akar paling dalam dari lingkaran setan bisnis lancung pinjol ilegal tersebut.

“Akar masalahnya bukan dari DC. Karena mereka menjalankan perintah dari yang membuat usaha. Usahanya kan jual beli uang, uangnya kan beranak,” ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Jumat (22/10/2021).

Ia sangat juga berharap, tidak hanya aparat penegak hukum saja.

Namun pihak pemerintah eksekutif dan legislaif mulai melihat problematika Financial Technology (FinTech) dalam kacamata hukum yang lebih komprehensif.

Penindakan terhadap praktik lancung aplikasi pinjol ilegal yang cenderung melakukan proses penagihan secara intimidatif tersebut, tidak hanya sebatas berhenti pada penangkapan terhadap oknum DC-nya saja.

Tapi juga menyasar pelaku utama yakni si pemberi modal dan termasuk otak yang menggerakkan praktik bisnis lancung tersebut menjadi begitu sistemik dan menjadi kronik di tengah masyarakat.

“Kalau gerebek ya dari otak-otaknya, ditiadakan aja pinjolnya, apalagi pinjol ilegal,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved