Berita Malang Hari Ini

UIN Maliki Malang Perlu Kerja Keras Capai Rekognisi Internasional

Senat UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melaksanakan rapat terbuka dalam rangka hari lahir UIN Malang ke 60

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
UIN Maulana Malik Ibrahim
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof Dr Zainuddin MA, Kamis (28/10/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Senat UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang melaksanakan rapat terbuka dalam rangka hari lahir UIN Malang ke 60, Kamis (28/10/2021).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof Dr Zainuddin MA menyatakan harlah UIN berbarengan dengan Hari Sumpah Pemuda. 

"Usia 60 tahun ibarat sebuah pohon yang menunjukkan kekokohan. Tumbuh berbuah dan bermanfaat bagi semuanya," kata Zainuddin.

Sesuai road map-nya, UIN Malang saat ini dalam tahap 4 dan 5 yang merupakan rekognisi internasional.  Tahap 4 adalah periode  2021-2025. Sedang tahap 5 adalah 2026-2030. 

"Saat ini sedang tahap 4. Pimpinan harus melaksanakan amanah ini dengan niat tulus, ikhtiar, kerja keras,sabar dan tetap berdoa pada Allah," kata Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor menceritakan perjalanan kelahiran UIN Malang. Dijelaskan, UIN Malang lahir dan tumbuh dari Fakultas Tarbiyah IAIN cabang Malang dan Fakultas Syariah di Surabaya. 

Kedua cabang itu merupakan fakultas lain IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Kemudian ketika didirikan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Fakultas Tarbiyah jadi cabang IAIN Surabaya. Kemudian jadi STAIN Malang sehingga jadi perguruan tinggi otonom dan berikutnya menjadi universitas dengan tugas utama  menyelenggakan pendidikan tinggi ilmu agama islam dan ilmu umum. 

Perguruan tinggi ini juga pernah jadi UIIS (Universitas Islam Indonesia Sudan) yang diresmikan oleh Wapres Hamzah Haz pada 2002.

Kemudian pada  27 Januari 2009, Presiden SBY memberi nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dan dikukuhkan oleh SK Menag 2009 tentang perubahan nama UIN Maliki Malang

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan ucapan selamat untuk UIN Malang.

"Semoga UIN unggul dan bereputasi yang harus diwujudkan dalam multi kontekstual dan memberi kemaslahatan bagi umat dan NKRI," kata Menag.

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved