Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Banyak Insiden Orang Tenggelam, Basarnas Imbau Masyarakat Hindari Aktivitas Berisiko di Sungai

Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya Octavino mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas berisiko di sepanjang bibir Sungai

Editor: isy
Luhur Pambudi/TribunJatim.com
Ilustrasi - Saat tim gabungan mencari seorang remaja yang dikabarkan tenggelam saat berenang di Sungai Ketabang Kali, Jalan Raya Ketabang Kali, Genteng, Surabaya, Minggu (31/10/2021) sore. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Luhur Pambudi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya Octavino mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas berisiko di sepanjang bibir Sungai Kalimas, Jalan Ketabang Kali, Genteng, Surabaya.

Imbauan keselamatan itu diedukasikan kepada masyarakat menyusul banyaknya insiden kecelakaan air, seperti orang tenggelam di kawasan perairan sungai tersebut.

Kurun waktu kurang dari sebulan, terjadi dua kali insiden orang tenggelam yang menyebabkan korban jiwa. 

Yakni, pada Rabu (20/10/2021) seorang bocah berusia delapan tahun ditemukan tewas karena tenggelam saat berusaha mengambil sandal sang kakak yang tercebur.

Kemudian, Minggu (31/10/2021), seorang remaja usia 17 tahun ditemukan tewas karena tenggelam, saat berusaha mencari sebuah ponsel iPhone yang kabarnya tercebur di sungai tersebut.

"Kejadian ini sudah 2 kali, terbilang sering. Mohon masyarakat jangan melakukan kegiatan renang atau tindakan yang berisiko," katanya, Senin (1/11/2021).

Ia tak menampik, masih banyak masyarakat yang menyepelekan potensi kecelakaan air yang terjadi di perairan sungai di tengah Kota Surabaya.

Sebagian besar masyarakat beralasan jikalau karakteristik sungai di tengah kota tergolong dangkal.

Tapi ada satu aspek yang tak banyak dipahami masyarakat, sehingga masih bersikukuh beraktivitas di sungai tengah kota; berenang dan memancing, yakni arus bawah air, dan gelapnya warna air sungai.

"Memang sungai di Surabaya, kadang ada yang dangkal, mohon masyarakat tidak berenang di sungai tanpa alat pelindung diri (APD) yaitu pelampung," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved