Berita Probolinggo Hari Ini
Harga Anjlok dan Sepi Pembeli, Pedagang Bawang Merah di Probolinggo Rugi
Pedagang bawang merah di Probolinggo menjerit lantaran harga bawang merah anjlok
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: isy
Berita Probolinggo Hari Ini
Reporter: Danendra Kusuma
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | PROBOLINGGO - Pedagang bawang merah di Probolinggo menjerit.
Betapa tidak, belakangan ini harga bawang merah anjlok.
Bukan hanya itu, dagangan mereka sepi pembeli.
Seorang pedagang bawang eceran, Slamet (50) mengatakan sudah 13 hari dagangannya tidak ada yang membeli kendati harga sedang turun.
Karena sepinya pembeli, beberapa kali bawang merah dagangannya sampai dibiarkan membusuk.
"Selama 13 hari, saya mengalami kerugian Rp 3,9 juta," katanya kepada Surya, Kamis (4/11).
Pedagang lain, Damanhuri (66) mengungkapkan biaya pengeluaran untuk tanam dan perawatan bawang merah lebih besar dibanding pendapatan hasil penjualan.
Ia memberi contoh, lahan satu hektare yang ditanami bawah merah membutuhkan biaya tanam dan perawatan Rp 150 juta per bulan.
Sedang pendapatan selama seminggu terakhir hanya Rp 60 juta.
"Penurunan pendapatan sekitar 50 persen. Harga bawang merah juga sedang turun," paparnya.
Sementara itu Kepala UPTD Pasar Bawang Dringu Probolinggo, Sutarman Effendi menyebut harga bawang merah kecil turun menjadi Rp 4.000-Rp 6.000 perkilo, normalnya Rp 12.000-13.000 perkilo.
Untuk harga bawang besar turun menjadi Rp 13.000-Rp 14.000, normalnya harga bawang merah besar mencapai Rp 25.000-Rp 26.000 perkilo.
Sedangkan, Harga bawang yg super turun Rp 15.000-Rp 16.000, normalnya Rp 28.000 perkilo.
Anjloknya harga bawang merah terjadi mulai 10 hari terakhir.
"Penurunan terjadi karena sepinya pembeli dan musim panen raya secara bersamaan di sejumlah daerah seperti Demak dan Brebes. Penurunan harga diprediksi sampai penghujung tahun atau Desember," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/harga-bawang-merah-anjlok-probolinggo.jpg)