Heboh Penemuan Pocong Mini di Situs Watugenuk Boyolali, Diduga Perantara Santet
Penggali menemukan dua pocong mini saat penggalian Situs Watugenuk di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
SURYAMALANG.COM - Penggali menemukan dua pocong mini saat penggalian Situs Watugenuk di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Pocong mini tersebut berupa menemukan kain mori putih berbentuk menyerupai pocong manusia berukuran kecil.
Ada tali di bagian atas kepala, perut, dan bagian bawah.
Pocong mini itu berisi gumpalan tanah, benang warna merah putih, dan paku.
Satu pocong ditemukan di blok utara.
Sedangkan satu pocong lain ditemukan di blok tengah.
Diduga dua pocong itu sebagai perantara santet.
Dua pocong itu ditemukan di kedalaman sekitar 40 sentimeter dari permukaan tanah.
Saat ditemukan, dua pocong mini itu terlihat belum terlalu lama dikubur.
Kain mori di pocong tersebut terlihat masih utuh.
Seorang penggali, Narto Miharjo Widodo mengatakan dua pocong itu tidak terkena alat penggali karena proses penggalian dilakukan secara perlahan.
"Pekerjaan saya memang menggali kubur. Saya sudah biasa ketemu tengkorak manusia," ujar Narto.
Temuan ini menjadi perbincangan lucu saat proses penggalian situs ini.
Ada yang menduga benda menyerupai pocong itu untuk menyantet orang.
"Seperti ini untuk memisahkan orang. Karena dikubur di lokasi berbeda," tutur warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga yakin gundukan tanah di wilayah Dukuh Watugenuk merupakan bangunan candi.
Apalagi telah ditemukan struktur batu yang diduga merupakan bangunan candi sejak tahun 2016.
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng kembali melakukan penggalian situs Watugenuk, untuk menguak candi kuno tersebut.
Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Jateng Winarto mengatakan penggalian ini dilakukan untuk meneliti dugaan situs Watugenuk ini.
Penggalian kali ini merupakan kelanjutan kegiatan serupa pada tahap pertama tahun 2016 lalu.
“Penggalian kali ini berhasil menemukan struktur batu lain. Digali dengan kedalaman sekitar 1,5 meter, ditemukan adanya struktur batu candi,” ujar Winarto.
Dia mengatakan, saat penggalian 2016 lalu, pihaknya berhasil menemukan candi induk dan susunan struktur batu candi lainnya. Namun belum diketahui apakah struktur itu berupa perwara atau struktur pagar.
“Ini memang sampel, jadi penggalian dengan beberapa blok. Dari temuan ini akan dijadikan bahan untuk kajian," ujarnya.
Hanya saja, berdasarkan temuan ini, situs Watugenuk ini diprediksi merupakan sebuah tempat ibadah masyarakat hindu pada abad 9 lalu.
“Ada candi disini, juga pagar di sisi barat atau talut sekiling. Talut memang sudah kelihatan. Dulu ini merupakan tempat pemujaan, terlihat tanahnya lebih tinggi. Candi ini peninggalan abad 9 atau 10,” ujarnya.
Dia menambahkan masih akan terus melakukan penggalian hingga dua hari kedepannya.
Hal itu dilakukan agar mendapatkan data yang lebih banyak mengenai situs Watugenuk ini.
Sehingga dapat memutuskan apakah situs ini memenuhi syarat untuk dipugar atau tidak.
“Kami belum tahu karena struktur terpendam tanah," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Temuan 2 Pocong Mini saat Penggalian di Situs Watugenuk Boyolali, Diduga Perantara Santet, https://www.tribunnews.com/regional/2021/11/08/kronologi-temuan-2-pocong-mini-saat-penggalian-di-situs-watugenuk-boyolali-diduga-perantara-santet?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penemuan-dua-pocong-mini-di-situs-watugenuk-di-desa-kragilan-kecamatan-mojosongo-boyolali.jpg)