Jumat, 29 Mei 2026

Berita Tulungagung Hari Ini

Sosok WM van Eldik, Guru Musik WR Supratman Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya

Makam Willem Mauritius van Eldik berada di TPU Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Makam Willem Mauritius van Eldik di TPU Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Sepasang makam dikelilingi pagar besi terlihat tak terawat di bagian selatan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Makam ini berada tempat di belakang warung liar yang berdiri di atas area pemakaman ini.

Makam ini adalah milik Willem Mauritius van Eldik.

WM van Eldik adalah guru musik Wage Rudolf Supratman, yang dikenal sebagai WR Supratman.

Nama WM van Eldik dikenal sebagai Sastrodihardjo.

Selain guru musiknya, WM van Eldik juga kakak ipar WR Supratman.

Di atas pusaranya diberi penjelasan WM Sastrodihardjo, lahir 6-10-1882, wafat 5-5-1954.

Selain itu ada penjelasan, 'guru musik WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya'.

Dituliskan juga, penjelasan tersebut berdasar Surat Departemen Penerangan Kabupaten Tulungagung, No. 990/E-II/IV/79 Tgl 8-4-1979.

Tidak ada bekas karangan bunga atau taburan bunga tanda ziarah.

Yang ada justru pohon liar yang tumbuh di dalam pagar makam.

Di antaranya akar beringin yang meretakkan bangunan makam, lalu tumbuh tunas di atasnya.

“Yang ziarah kadang dari komunitas pecinta sejarah. Kalau dari keluarga, selama saya jadi juru kunci tidak pernah tahu," kata Ribut Katenan, juru kunci TPU Desa Ngujang kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/11/2021).

Ribut mengakui kondisi makam selama ini kurang terawat.

Bahkan sebagai makam bersejarah dengan penetapan khusus dari pemerintah, tidak ada tanda pengenalnya.

Ribut berharap ada upaya merawat makam ini sekaligus papan yang menerangkan sejarah WM van Eldik atau WM Sastrodihardjo.

"Sementara punden atau petilasan saja dirawat dengan baik. Sayang kalau sejarahnya sampai hilang," ucap Ribut.

Makam WM Sastrodihardjo bersebelahan dengan makam MBF v Eldik.

Sosok ini diyakini sebagai istri WM Sastrodihardjo atau kakak WR Supratman.

Pada pusara ada penjelasan, lahir 15-4-1885, wafat 8-2-1952 di Blimbing.

WM van Eldik, laki-laki kelahiran Tulungagung ini pernah bekerja sebagai guru musik di Angkatan Darat Hindia Belanda.

Dia pernah mengajak WR Supratman tinggal bersamanya di Makassar.

Dikutip dari museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, WM van Eldik memberikan sebuah biola kepada Wr Supratman pada 1920, saat iparnya itu berusia 17 tahun.

Keduanya sempat mendirikan band dengan aliran Jazz dengan nama Black and White.

Dengan biola itu WR Supratman menciptakan Indonesia Raya 3 stanza.

Lagu ini pertama kali diperdengarkan pada saat Kongres Pemuda 2, 27-28 Oktober 1928 yang melahirkan sumpah pemuda.

Kemudian lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved