Tips

Mengenal Microsleep, Tertidur Sejenak Saat Berkendara

Kelelahan ketika berkendara bisa menyebabkan microsleep. Bagaimana solusinya?

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
Suryamalang.com/kolase Canva.com
Ilustrasi. 

Reporter : Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kelelahan ketika berkendara bisa menyebabkan microsleep.

Instruktur Safety Riding dari PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Honda Malang, Dyonisius Misidianto mengatakan microsleep adalah kondisi tubuh sudah terlalu lelah sehingga menimbulkan tertidur saat berkendara.

"Padahal kita tidak boleh lengah sedetik pun ketika mengendarai motor maupun mobil. Microsleep terjadi karena pengendara capek saat berkendara dalam jangka waktu lama, atau mungkin berkendara di jalan tanpa hambatan," ujar Dyonoisius kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/11/2021).

Pengedara yang melakukan perjalanan jarak jauh bisa mengalami microsleep.

Tapi, pengendara di dalam kota (city ride) juga bisa mengalami kondisi ini.

"Kalau di city ride, potensi microsleep biasanya terjadi setelah beraktivitas terlalu berat. Kondisi tubuh capek atau over time sehingga kurang istirahat dan membuat tidak fokus saat berkendara," jelasnya.

Dyon mengungkapkan ada beberapa tanda atau gejala awal microsleep, seperti tiba-tiba mata berat untuk berkonsentrasi atau sering menguap.

"Saat mengemudikan mobil, kaki kanan yang menginjak pedal gas terasa kram atau capek. Kalau sudah seperti itu, pinggirkan kendaraan di tempat yang aman, lalu istirahat sejenak," terangnya.

Dyon menerangkan microsleep dapat dilawan dan diatasi dengan melakukan power nap.

Dengan melakukan power nap, kondisi tubuh akan pulih dan segar kembali.

"Power nap adalah tidur secukupnya, tidak sampai 3 atau 4 jam. Tidur 5 sampai 10 menit sudah mengembalikan kondisi tubuh dan konsentrasi sehingga fit saat berkendara," tambahnya.

Dyon tidak menyarankan pengendara yang mengalami microsleep untuk minum kopi atau obat suplemen tertentu.

"Kalau capek, lebih baik istirahat sejenak. Karena istirahat akan merecovery (memulihkan ) kembali kondisi tubuh."

"Memang  kandungan kafein dalam kopi bisa membuat kita terjaga, tapi lebih baik diobati dengan cara alami yaitu tidur yang cukup dan menjaga pola kegiatan. Apalagi kalau minum suplemen, ada efek sampingnya juga," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved