Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Soal Fenomena Perenggangan Sendi 'Kretek-Kretek', Begini Pandangan Dosen Fisioterapi UMM

Istilah medisnya kavitasi, namun populer di masyarakat dengan sebutan 'kretek-kretek'.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
UMM
Dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zidni Imanurrohmah Lubis SFt MBiomed. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Ada kebiasaan pada orang-orang tertentu yang mengalami kelelahan dengan melakukan perenggangan dengan membunyikan sendi-sendi di jari tangan ataupun leher.

Istilah medisnya kavitasi, namun populer di masyarakat dengan sebutan 'kretek-kretek'.

Dosen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Zidni Imanurrohmah Lubis SFt MBiomed, mengatakan bunyi kretek-kretek yang dihasilkan saat perenggangan disebut popping.

Bunyi yang dihasilkan merupakan hasil dari kompresi di dalam sendi, di mana menyebabkan pelepasan atau letupan gelembung nitrogen di cairan antar sendi. 

Cairan antar sendi berfungsi sebagai pelumas.

“Namun antar sendi biasanya memiliki kadar nitrogen yang berbeda. Jadi ada saatnya proses kavitasi tidak menghasilkan bunyi popping. Sebagian orang biasanya melakukan kavitasi karena merasa senang atau lega dengan bunyi popping yang dihasilkan," jelas Zidni, Kamis (11/11/2021).

Menurut dosen asal Malang ini, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa kretek-kretek ini berkorelasi negatif maupun positif terhadap tubuh.

"Asal tidak melakukan peregangan secara berlebihan, kavitasi ini tergolong aman untuk dilakukan," katanya.

Disebutnya, proses kavitasi tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved