Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Peringati Hari Angklung Dunia, Dewi Godong 19 Unjuk Kemampuan Tampil di Museum Panji Malang

para ibu yang tergabung dalam Dewi Godong 19 unjuk kemampuan dengan tampil live merayakan Hari Angklung Dunia di Museum Panji Malang.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
hayu yudha prabowo/suryamalang.com
Kegiatan Dewi Godong 19, ibu-ibu dari RW 19 Kelurahan Purwantoro Kota Malang memperingati Hari Angklung Dunia dengan tampil live 12 lagu di Museum Panji, Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (16/11/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Merayakan Hari Angklung Dunia 16 November, para ibu yang tergabung dalam Dewi Godong 19 unjuk kemampuan dengan tampil live 12 lagu bertempat di Museum Panji, Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (16/11/2021).

Mereka adalah warga RW 19, Kampung Wonosari, Kelurahan Purwantoro Kota Malang

Angklung berasal dari Bahasa Sunda angkleung-angkleung.

Pada November 2010, Unesco telah menetapkan angklung sebagai karya Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia.

Ikhwal terjunnya mereka ke genre etnik angklung terbentuk saat pandemi, di mana ada program pribadi 'Seniman Bersosial' dari Aa Agus Wayan. 

Waktu itu ada tawaran dari Bambang Irianto, tokoh Glintung Go Green tentang adanya kegiatan Seniman Bersosial.

Maka terkumpul awalnya ada 20 orang dari kampung lansia, semua berangkat dari nol.

"Kami yang ikut di grup Dewi Godong 19 ini adalah lansia dan awalnya tidak bisa menguasai alat musik sama sekali," cerita Hanifah, Koordinator Dewi Godong 19 pada suryamalang.com.

Dari sering berlatih, akhirnya bisa menguasai alat musik yang ada.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved