Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Dosen ITN Malang Meneliti Kincir Air, Sudah Dimanfaatkan Jadi Penerangan Jalan Kaliku

Dr Eko Yohanes ST MT dan Ir Soeparno Djiwo MT melakukan penelitian terkait energi terbaru yaitu kincir air untuk pembangkit listrik skala kecil.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
ITN Malang
Dua dosen Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yaitu Dr Eko Yohanes ST MT dan Ir Soeparno Djiwo MT melakukan penelitian terkait energi terbaru yaitu kincir air untuk pembangkit listrik skala kecil yang sudah dimanfaatkan sebagai penerangan jalan di Kaliku, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dua dosen Teknik Mesin S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yaitu Dr Eko Yohanes ST MT dan Ir Soeparno Djiwo MT melakukan penelitian terkait energi terbaru yaitu kincir air untuk pembangkit listrik skala kecil.

Kincir air ini menggunakan sistem adaptif, untuk mendapatkan putaran turbin yang optimal pada aliran air yang berubah berdasarkan kondisi lingkungan.

Kincir air bekerja pada aliran air sungai dengan kecepatan yang rendah untuk memutar generator pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pikohidro.

"Kincir air tersebut sudah kami pasang di Kaliku, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Hasil listriknya sebagai penerangan di jalan sekitar Kaliku dan sudah kami serahkan bersamaan dengan pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Mesin," ujar Dr Eko Yohanes, ST MT, Rabu (17/11/2021).

Kaliku adalah sebuah sungai yang dimanfaatkan untuk tujuan wisata yang digagas oleh Kelompok Aktivis Lingkungan Hidup dan Kelestarian Budaya.

Dikatakan, Kaliku mempunyai potensi untuk energi terbarukan.

"Kincir air yang dikembangkan merupakan tipe undershot yang di khususkan untuk aliran rendah," kata Eko.

Dari energi listrik yang dihasilkan baru dimanfaatkan sebagian kecil, yaitu empat lampu. Namun nanti bisa dikembangkan lagi sesuai kebutuhan Kaliku.

Kincir air ini memiliki diameter 1,5 meter dengan lebar 0,5 meter. Terbuat dari bahan galvanis yang kuat, tahan karat, dan mampu digunakan dalam jangka panjang.

Melalui spesifikasi beberapa kali didapatlah ketepatan kelengkungan sudut 35 derajat.

Dikatakan Eko, inovasi kincir air lainnya adalah terdapatnya sistem transmisi, dan sistem kopling.

Sehingga memudahkan dalam maintenance generator maupun kincirnya. Dosen ITN Malang ini sengaja membuat generator tipe aksial dikarenakan low-maintenance.

Sehingga pengelola Kaliku bisa mandiri dalam merawat kincir air.

Mereka berharap bisa bekerjasama dengan Kaliku sehingga bisa mengaplikasikan hasil riset yang ada di ITN Malang dengan fokus di energi alternatif.

Eko, penerima hibah penelitian Kemendikbud Ristek itu berpesan agar apa yang diberikan ITN Mlaang ke Kaliku bisa dirawat.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved