Breaking News:

Advertorial

Satpol PP Kota Blitar akan Gencar Sosialisasi Larangan Peredaran Rokok Ilegal ke PKL

Satpol PP Kota Blitar menggencarkan sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai atau rokok ilegal kepada masyarakat. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: isy
samsul hadi/suryamalang.com
Spanduk sosialiasi larangan peredaran rokok ilegal di Jalan Veteran, Kota Blitar, Kamis (18/11/2021). 

Berita Blitar Hari Ini
Reporter: Samsul Hadi
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BLITAR - Satpol PP Kota Blitar menggencarkan sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai atau rokok ilegal kepada masyarakat. 

Salah satu upayanya, dalam waktu dekat, Satpol PP akan mensosialisasikan larangan penjualan rokok tanpa cukai kepada para pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL). 

"Kami mendapat alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mensosialisasikan larangan peredaran rokok tanpa cukai kepada masyarakat," kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Yudha Budiono, Kamis (18/11/2021). 

Yudha mengatakan sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai akan digelar selama dua hari pada Senin (22/11/2021) dan Selasa (23/11/2021). 

Satpol PP akan mengundang sekitar 30 pedagang asongan dan pedagang kaki lima untuk ikut sosialisasi larangan peredaran rokok tanpa cukai. 

"Sosialisasi akan kami gelar di gedung pertemuan Kantor Kelurahan Kepanjenlor dan di Kantor Satpol PP," ujarnya. 

Dikatakannya, peredaran rokok tanpa cukai melanggar undang-undang dan berdampak pada pendapatan negara.

Pendapatan rokok tanpa cukai tidak bisa masuk ke kas negara dan secara otomatis mengurangi pemasukan pemerintah. 

"Berkurangnya pendapatan negara dari peredaran rokok tanpa cukai akan berdampak pada pembangunan. Karena kontribusi dari cukai dan tembakau sangat besar untuk pemasukan kas negara," ujarnya.

Untuk itu, kata Yudha, lewat sosialiasi itu para pedagang asongan dan pedagang kaki lima tahu dan paham tidak menjual rokok tanpa cukai. 

Selain itu, menurutnya, mengedarkan rokok tanpa cukai juga bisa berimplikasi pada hukum. 

"Supaya pedagang bijak tidak menjual rokok tanpa cukai. Dengan begitu supply dan demand terputus. Meski ada yang produksi tapi kalau tidak ada yang jual otomatis tidak akan sampai ke masyarakat," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved